Protokol sebelum pertandingan Arab Saudi di Piala Dunia FIFA 2026 menarik perhatian banyak penonton. Berbeda dengan negara peserta lainnya, bendera Arab Saudi tidak dibentangkan secara horizontal di atas lapangan saat seremoni pra-pertandingan.
Sebaliknya, bendera Kerajaan Arab Saudi dikibarkan dan ditempatkan di area khusus yang terpisah dari lapangan. Pengaturan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan agama yang melekat pada simbol nasional negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada Kalimat Syahadat di Bendera Arab Saudi
Dalam upacara resmi Piala Dunia, penyelenggara biasanya membentangkan bendera negara peserta di atas rumput lapangan sebelum pertandingan dimulai. Namun, prosedur itu tidak diterapkan pada bendera Arab Saudi.
Dilansir dari Geo News, Rabu (17/6/2026) bendera Arab Saudi memuat kalimat syahadat atau pengakuan keimanan dalam Islam yang ditulis menggunakan huruf Arab berwarna putih.
Kalimat tersebut berbunyi:
"Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah"
(Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah).
Karena memuat kalimat suci tersebut, pemerintah Arab Saudi memiliki aturan dan pedoman khusus terkait penggunaan bendera nasional dalam berbagai acara resmi maupun olahraga internasional.
Tidak Boleh Diletakkan di Tanah
Otoritas Arab Saudi secara konsisten menegaskan bahwa bendera negara tidak boleh ditempatkan pada benda atau permukaan yang berpotensi diinjak, rusak, atau diperlakukan secara tidak hormat. Demikian seperti diberitakan Royal News.
Apabila bendera yang memuat syahadat itu menyentuh tanah atau rumput lapangan, tindakan tersebut dianggap tidak pantas dan dapat dipandang sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol keagamaan yang terkandung di dalamnya.
Karena alasan itulah, penyelenggara Piala Dunia FIFA 2026 menerapkan pengaturan khusus dengan mengibarkan bendera Arab Saudi di lokasi yang telah ditentukan. Perlakuan ini berbeda dengan negara lain yang seluruh benderanya dibentangkan langsung di atas lapangan.
Dalam berbagai ajang internasional sebelumnya, termasuk kompetisi olahraga dunia, otoritas Saudi memang kerap meminta agar lambang negara mereka diperlakukan secara khusus untuk menjaga kesakralan kalimat syahadat yang terdapat pada bendera.
Respons Positif di Media Sosial
Pengaturan khusus terhadap bendera Arab Saudi mendapat respons positif dari banyak pengguna media sosial, terutama dari negara-negara Arab dan masyarakat muslim di berbagai belahan dunia.
Banyak warganet menilai keputusan tersebut sebagai contoh penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama dalam ajang olahraga internasional terbesar di dunia.
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan
DPR RI Dukung Desakan MUI Tindak Tegas Pelaku LGBT