Doa setelah azan berkumandang sering dibaca oleh muslim dan tercantum dalam hadits Rasulullah SAW. Meski tidak wajib dibaca, waktu antara azan dan iqamah jadi salah satu momen mustajab berdoa.
Karenanya, banyak muslim mengamalkan doa setelah azan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,
"Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara azan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu." (HR Ahmad)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Setelah Azan: Arab, Latin dan Arti
Doa setelah azan ini berasal dari sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Jabir bin Abdullah RA. Dinukil dari kitab Al Wajiz fi Fiqh As Sunah Sayyid Sabiq susunan Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi terjemahan Tirmidzi dkk, berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan." (HR Bukhari)
Bacaan Tambahan pada Doa Setelah Azan Subuh dan Magrib
Pada azan Subuh dan Magrib, ada bacaan tambahan yang bisa diamalkan muslim. Berikut bacaan setelah azan Subuh,
اللهم هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي
Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du'atika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Adapun bacaan tambahan setelah azan Magrib sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ
Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du'aika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku."
Hal yang Dianjurkan Setelah Azan Berkumandang
Masih dari sumber yang sama, terdapat tiga hal yang dianjurkan kepada muslim setelah azan berkumandang. Hal ini tercantum dalam hadits Nabi SAW,
"Jika kamu mendengar muazin, ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian berdoalah untukku. Siapa yang mendoakan kepadaku satu kali, Allah akan mendoakan kepadanya sepuluh kali dan mintalah wasilah (kedudukan istimewa) kepada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi seorang hamba Allah, dan aku berharap bahwa aku adalah orang itu. Siapa yang meminta wasilah untukku, dia akan mendapatkan syafaatku." (HR Muslim)
Adab Usai Azan Berkumandang
Terdapat sejumlah adab yang bisa diperhatikan muslim setelah azan berkumandang. Diterangkan dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati susunan Thoriq Aziz Jayana, hendaknya muslim memperbanyak sholawat kepada Rasulullah usai azan.
Setelah itu, segera pergi ke masjid untuk salat berjamaah. Sebab, salat berjamaah keutamaannya lebih besar ketimbang salat sendiri.
(aeb/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat