Ada pemandangan unik di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh. Sebuah pesawat Boeing 737 terparkir gagah di sana.
Bukan hendak lepas landas, burung besi ini hadir khusus sebagai sarana edukasi dan manasik bagi calon jemaah haji maupun umrah asal Serambi Mekkah.
Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Aceh Arijal menyebut kehadiran pesawat ini merupakan langkah nyata untuk memberikan pemahaman visual kepada masyarakat sebelum berangkat ke Tanah Suci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran pesawat ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam pelaksanaan haji dan umrah," ujar Arijal di Banda Aceh, Selasa (20/1/2026), dilansir Antara.
Pesawat jenis Boeing 737 ini merupakan hibah dari PT Garuda Indonesia hasil kerja sama dengan Kemenhaj. Menariknya, Asrama Haji Aceh terpilih menjadi lokasi penempatan perdana untuk fasilitas edukasi seperti ini di Indonesia.
Arijal menilai pemilihan Aceh bukan tanpa alasan. Aceh memiliki sejarah panjang dalam pemberangkatan ibadah haji, baik melalui jalur laut di masa lampau hingga jalur udara saat ini.
Pesawat di Asrama Haji Embarkasi Aceh ini menjadi yang pertama di Indonesia berkat perhatian dari pemerintah pusat untuk Aceh.
"Sehingga mungkin dari pusat memilih Aceh, dan juga bersama-sama dengan PT Garuda Indonesia untuk menjadikan pesawat ini sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat Aceh khususnya bagi jemaah haji dan umrah yang ingin berangkat ke Arab Saudi," katanya.
Berlatih Duduk hingga Tata Cara di Pesawat
Saat ini, proses perakitan ulang pesawat tersebut sudah hampir rampung. Tak hanya badan pesawat, bagian interior pun akan disulap persis seperti aslinya.
Nantinya, pesawat tersebut juga dipasangkan kursi layaknya pesawat normal. Sehingga memudahkan proses edukasi kepada jemaah.
Dengan fasilitas ini, jemaah tidak lagi hanya membayangkan suasana di dalam kabin. Mereka bisa berlatih langsung mulai dari tata cara naik pesawat, mencari nomor kursi, hingga posisi duduk yang benar selama penerbangan panjang menuju Arab Saudi.
Proses pemasangan pesawat ini sepenuhnya dikerjakan oleh teknisi dari PT Garuda Indonesia. Jika tak ada aral melintang, fasilitas manasik unik ini akan segera diresmikan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.
"Nanti dalam waktu dekat akan diresmikan mungkin oleh Pak Menteri atau Wakil Menteri akan datang ke sini bersama pihak Garuda dan instansi lainnya," pungkas Arijal.
(hnh/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat