Arab Saudi melalui Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-tmpat Suci meluncurkan platform digital Discover Makkah. Panduan pintar ini memudahkan sekaligus membantu jemaah haji dan umrah menjelajahi kota suci.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah serta kunjungan ke Tanah Suci. Platform tersebut jadi transformasi digital yang lebih luas dalam pengelolaan Kota Makkah serta memperkuat layanan berbasis teknologi bagi jutaan jemaah yang datang dari banyak negara untuk menunaikan ibadah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Arab News, Kamis (30/4/2026), Discover Makkah merupakan pusat informasi resmi yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengunjung dalam satu kanal. Platform tersebut menyediakan data dasar dan dirancang membantu pengguna sejak tahap perencanaan perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di lapangan.
Pengguna aplikasi Discover Makkah bisa mengakses informasi lokasi penting seperti Masjidil Haram, situs bersejarah Islam dan landmark budaya, museum serta tempat edukasi keislaman, peta interaktif dan navigasi pintar, hingga perencana perjalanan berbasis kebutuhan jemaah.
Melalui pendekatan tersebut, jemaah tak lagi bergantung pada berbagai sumber yang terpisah. Seluruh informasi telah dikurasi dalam satu sistem yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.
CEO Komisi Kerajaan Saleh Al Rasheed mengatakan platform ini bukan sekadar aplikasi informasi melainkan bagian dari strategi besar pengelolaan destinasi religius. Dia menilai, Discover Makkah dirancang untuk menyederhanakan akses informasi, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung, serta mengintegrasikan konten sejarah,budaya dan layanan publik.
Tak hanya membantu jemaah haji, platform ini juga ditujukan bagi warga, penduduk, peneliti hingga kreator konten yang menyediakan informasi terverifikasi serta materi visual yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan edukasi maupun kreatif.
(aeb/kri)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat