Usia 103 Tahun Tak Padamkan Tekad Mbah Mardijiyono Tunaikan Ibadah Haji

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Usia 103 Tahun Tak Padamkan Tekad Mbah Mardijiyono Tunaikan Ibadah Haji

Tri Aljumanto - detikHikmah
Senin, 04 Mei 2026 12:30 WIB
Mardijiyono Karto Sentono (103), jemaah haji asal Bantul Yogyakarta tiba di Madinah, Minggu (3/5/2026).
Mardijiyono Karto Sentono (103), jemaah haji asal Bantul Yogyakarta tiba di Madinah, Minggu (3/5/2026). Foto: Dok MCH 2026
Madinah -

Usia boleh saja menyentuh satu abad lebih, namun semangat Mardijiyono Karto Sentono (103) untuk bersujud di Tanah Suci tak pernah padam. Jemaah haji tertua asal Bantul, DIY ini baru saja tiba di Madinah dengan satu tujuan sederhana: Beribadah.

"Kula kepengen ibadah (saya hanya ingin beribadah)," tutur Mbah Mardijiyono saat ditemui di ruang tunggu Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Minggu (3/5/2026). Mbah Mardijiyono mendarat di Kota Nabi dengan bantuan kursi roda.

Meski kulitnya telah keriput dimakan usia, gurat syukur terpancar jelas dari wajahnya. Kakek asal Randusari, Karanganom, Bantul ini berkali-kali mengucap syukur bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci di usianya yang ke-103.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ini sudah 103 tahun," ungkapnya bersahaja.

Meski sudah berusia 103 tahun, kondisi fisik Mbah Mardijiyono terbilang luar biasa untuk orang seusianya. Ia tetap sehat dan tampak bugar. Hanya saja, ia memang memerlukan alat bantu jalan sejak sempat terjatuh di kamar mandi pada 2022 lalu.

ADVERTISEMENT
Mardijiyono Karto Sentono (103), jemaah haji asal Bantul Yogyakarta tiba di Bandara AMAA Madinah, Minggu (3/5/2026).Mardijiyono Karto Sentono (103), jemaah haji asal Bantul Yogyakarta tiba di Bandara AMAA Madinah, Minggu (3/5/2026). Foto: Tri Aljumanto/BeritaKlik

Setibanya di Bandara AMAA Madinah, petugas haji Daker Bandara bersama Ibnu Khaldun dari KBIHU Muslimat NU HDWR sigap memberikan bantuan. Mereka bahu-membahu menjaga hingga menggendong kakek lansia tersebut demi kenyamanannya.

Mbah Mardijiyono tergabung dalam kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA). Ketua Kloter 9 YIA, Edy Purwanto, mengonfirmasi Mbah Mardijiyono memang jemaah tertua di rombongannya yang tetap istitha'ah.

"Walaupun usianya seabad lebih, tapi beliau istitha'ah dan dalam kondisi sehat," kata Edy.

Kehadiran Mbah Mardijiyono ternyata menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para petugas haji. Senyum ramah yang selalu terpancar dari wajah sang kakek membuat para petugas semakin bersemangat memberikan pelayanan terbaik.

"Mbah Mardijiyono ini selalu tersenyum, bersemangat. Inilah yang membuat kami juga termotivasi mengantarkan dan menjaga beliau menuju ke Tanah Suci," pungkas Edy.

Kini, impian lama sang kakek asal Bantul untuk menunaikan rukun Islam kelima telah di depan mata. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa jika niat sudah bulat, usia hanyalah deretan angka di hadapan panggilan Sang Pencipta.




(alj/kri)
Kisah Haji Para Tamu Allah

Kisah Haji Para Tamu Allah

30 konten
Menunaikan ibadah haji jadi hal yang sangat ditunggu banyak umat Islam. Di balik suksesnya haji, ada cerita unik dan juga perjuangan di belakangnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads