Jemaah OKU Timur yang Rela Jual Sawah demi ke Tanah Suci

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Jemaah OKU Timur yang Rela Jual Sawah demi ke Tanah Suci

Tri Aljumanto - detikHikmah
Senin, 04 Mei 2026 18:30 WIB
Karnoto (73), jemaah haji 2026 asal OKU Timur yang rela jual sawahnya untuk ke Tanah Suci.
Karnoto (73), jemaah haji 2026 asal OKU Timur yang rela jual sawahnya untuk ke Tanah Suci. Foto: Dok MCH 2026
Madinah -

Impian menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah menuntut pengorbanan luar biasa bagi Karnoto (73). Jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan ini rela menjual sawah miliknya demi bisa menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.

Sawah yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya laku terjual sekitar Rp 110 juta. Keputusan besar itu ia ambil setelah hasil panen padinya sempat gagal total akibat serangan hama. Tak mau mimpinya kandas, lahan tersebut akhirnya dilepas untuk menutupi biaya keberangkatan dan perbekalan.

"Alhamdulillah, meski harus menjual sawah, saya dan istri akhirnya bisa berangkat haji," ujar Karnoto saat ditemui di Madinah, Minggu (3/5/2026) malam WAS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan Karnoto menuju Baitullah bukanlah jalan instan. Pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini mulai merantau ke Palembang sejak usia 20 tahun. Ia mengawali kariernya sebagai buruh di kebun kopi.

ADVERTISEMENT

Berkat ketekunan menabung dari hasil keringatnya, ia berhasil membeli sawah dan beralih profesi menjadi petani. Ia kemudian mendaftar haji pada 2013 dan harus menunggu selama 13 tahun sebelum akhirnya mendapat panggilan berangkat bersama sang istri.

Karnoto menjelaskan, uang hasil penjualan sawah tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari biaya syukuran (tasyakuran) sebelum berangkat hingga anggaran oleh-oleh saat pulang nanti.

Selama menjalankan ibadah di Madinah, Karnoto mengaku sangat terkesan dengan pelayanan yang diberikan petugas. Mulai dari akomodasi hotel yang nyaman hingga urusan konsumsi yang menurutnya sangat memuaskan.

Bahkan, saking enaknya makanan yang disediakan panitia, bekal makanan yang ia bawa dari kampung halaman justru tak tersentuh.

"Saya sempat membawa makanan dari rumah, tapi tidak dimakan karena di sini makanannya enak dan cocok dengan selera," katanya sembari tersenyum.

Di sela aktivitas ibadah Arbain di Masjid Nabawi, Karnoto juga berhasil menuntaskan target pribadinya, yakni mengkhatamkan Al-Qur'an. "Saya ingin khatam Al-Qur'an satu di Madinah, satu lagi nanti di Mekkah," tambahnya.

Kini, Karnoto bersiap melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan prosesi puncak haji, membawa doa dan syukur atas pengorbanan sawah yang telah berubah menjadi berkah ibadah.




(alj/kri)
Kisah Haji Para Tamu Allah

Kisah Haji Para Tamu Allah

30 konten
Menunaikan ibadah haji jadi hal yang sangat ditunggu banyak umat Islam. Di balik suksesnya haji, ada cerita unik dan juga perjuangan di belakangnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads