Puasa Syawal adalah amalan yang dikerjakan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Amalan ini memiliki keutamaan besar.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengatakan puasa enam hari setelah Ramadan seperti halnya puasa sepanjang tahun. Dari Abu Ayyub RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِرًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Barang siapa berpuasa bulan Ramadan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka ia seperti puasa sepanjang tahun." (HR Muslim)
Hadits tersebut dipaparkan Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin. Menurut penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin, puasa Ramadan akan dibalas dengan pahala sepuluh bulan dan puasa enam hari bulan Syawal dibalas pahala dua bulan. Itulah yang membuat orang yang puasa Ramadan dan melanjutkannya dengan puasa Syawal akan mendapat pahala seperti puasa sepanjang tahun (12 bulan).
Puasa Syawal Mulai 22 Maret 2026
Waktu pelaksanaan puasa Syawal bisa dimulai pada 2 Syawal, setelah Hari Raya Idul Fitri. Tahun ini, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, 2 Syawal 1447 H atau awal puasa Syawal akan jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026.
Kalender Bulan Syawal 2026
- 1 Syawal 1447 H: 21 Maret 2026
- 2 Syawal 1447 H: 22 Maret 2026
- 3 Syawal 1447 H: 23 Maret 2026
- 4 Syawal 1447 H: 24 Maret 2026
- 5 Syawal 1447 H: 25 Maret 2026
- 6 Syawal 1447 H: 26 Maret 2026
- 7 Syawal 1447 H: 27 Maret 2026
- 8 Syawal 1447 H: 28 Maret 2026
- 9 Syawal 1447 H: 29 Maret 2026
- 10 Syawal 1447 H: 30 Maret 2026
- 11 Syawal 1447 H: 31 Maret 2026
- 12 Syawal 1447 H: 1 April 2026
- 13 Syawal 1447 H: 2 April 2026
- 14 Syawal 1447 H: 3 April 2026
- 15 Syawal 1447 H: 4 April 2026
- 16 Syawal 1447 H: 5 April 2026
- 17 Syawal 1447 H: 6 April 2026
- 18 Syawal 1447 H: 7 April 2026
- 19 Syawal 1447 H: 8 April 2026
- 20 Syawal 1447 H: 9 April 2026
- 21 Syawal 1447 H: 10 April 2026
- 22 Syawal 1447 H: 11 April 2026
- 23 Syawal 1447 H: 12 April 2026
- 24 Syawal 1447 H: 13 April 2026
- 25 Syawal 1447 H: 14 April 2026
- 26 Syawal 1447 H: 15 April 2026
- 27 Syawal 1447 H: 16 April 2026
- 28 Syawal 1447 H: 17 April 2026
- 29 Syawal 1447 H: 18 April 2026
Tata Cara Puasa Syawal
Tata cara puasa Syawal menurut para ulama, termasuk Imam Ahmad, bisa dilakukan secara beruntun selama enam hari, boleh juga dilakukan secara terpisah-pisah (tidak beruntun) asal masih berada pada bulan Syawal.
Ulama mazhab Hanafiyyah dan Syafi'iyah mengatakan yang lebih utama adalah dikerjakan secara beruntun. Demikian seperti dijelaskan dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina.
Dalam pelaksanaannya, puasa Syawal dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, seperti ibadah puasa pada umumnya. Umat Islam bisa mengawali puasa Syawal dengan niat.
Niat Puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku niat puasa besok pagi pada bulan Syawal, sunah karena Allah Ta'ala."
Puasa Syawal Dulu atau Qadha Ramadan Dulu?
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, sebaiknya mendahulukan qadha lebih dulu. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), mengatakan sebaiknya mendahulukan puasa Syawal daripada terlambat membayar utang puasa.
"Ibu-ibu kalau punya utang puasa, Ibu pingin puasa Syawal kan, maka sebaiknya kita mendahulukan bayar utang daripada nanti terlambat suami yang kena nanti, suruh nemenin kan suaminya, suruh nemenin puasa," kata Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam channel tersebut.
Buya Yahya kemudian memberikan solusi agar membayar utang puasa Ramadan bertepatan dengan bulan Syawal.
"Cuma Allah kan Maha Kasih, Ibu membayar utang pasken di bulan Syawal maka Ibu dapat pahala Syawal, niatnya bayar utang saja. Kan enak, sudah kebayar utangnya. Jangan dibalik, kalau puasa sunnah saja utangnya gak kebayar yang bertanya tadi, saya jalankan sunnah Syawal, sah sunnahnya tapi utangnya belum kebayar. Tapi kalau membayar utang, sunnahnya dapat," jelasnya.
(kri/lus)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat