Allah SWT mewajibkan kaum laki-laki untuk salat berjamaah di masjid. Mereka yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala 27 derajat lebih tinggi dibandingkan salat munfarid.
Dalam pelaksanaannya, salat berjamaah dilakukan dengan barisan yang rapi yang disebut shaf. Setiap jamaah harus mengisi dan merapatkan shaf agar tidak ada celah di antara mereka.
Menariknya, Islam juga menjanjikan keutamaan besar bagi orang yang menjaga kerapian barisan tersebut. Hal ini dikarenakan adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menjanjikan istana di surga bagi mereka yang bersedia menyambung shaf yang terputus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah di Surga untuk yang Menyambung Shaf
Menurut buku Kamus Praktis Muslim dari A Sampai Z oleh Abdullah bin Ahmad, ada sebuah hadits yang menerangkan keutamaan orang-orang yang menyambung shaf dalam salat berjamaah.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الجَنَّةِ وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
"Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah istana di dalam surga." (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali. Disebutkan dalam Ash-Shahihah)
Hadis ini menekankan pentingnya merapatkan barisan saat salat berjamaah. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa mereka yang menutup celah shaf akan memperoleh keutamaan luar biasa, yakni dibangunkan sebuah rumah di surga serta ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT sebagai bentuk apresiasi atas usahanya menjaga kesempurnaan salat. Berbagai riwayat lain pun turut menguatkan besarnya pahala bagi mereka yang menyambung barisan yang terputus.
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar] berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ayyasy] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat bagi orang-orang yang menyambung barisan salat, maka barangsiapa menutup celah dalam barisan tersebut Allah akan mengangkat derajatnya. (Sunan Ibnu Majah)
Kenapa Shaf Harus Rapat dan Lurus?
Menukil buku Kesempurnaan Shalat yang Terabaikan karya Anin, diceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW keluar untuk memimpin salat dan langsung berdiri di tempatnya. Sesaat sebelum memulai takbir, beliau mendapati salah satu makmum yang posisinya kurang rapi. Dada orang tersebut tampak lebih maju ke depan sehingga barisannya tidak sejajar dengan jamaah yang lain.
"Wahai hamba Allah, kamu sekalian harus meluruskan barisanmu atau biarkanlah Allah menyelisihkan antara kamu sekalian." (HR Muslim).
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kerapian dan kelurusan shaf memiliki peran penting dalam pelaksanaan salat berjamaah. Shaf yang tidak lurus dapat mencerminkan sikap tidak patuh terhadap perintah serta berpotensi menunjukkan kesombongan.
Wallahu a'lam.
(hnh/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat