- Jadwal Puasa Muharram 2026 Versi Pemerintah
- Jadwal Puasa Muharram Versi NU
- Jadwal Puasa Muharram Versi Muhammadiyah
- Niat Puasa Muharram: Arab, Latin dan Arti 1. Niat Puasa Muharram 2. Niat Puasa Tasua 3. Niat puasa Asyura 4. Niat Puasa Ayyamul Bidh 5. Niat Puasa Senin 6. Niat Puasa Kamis
- Hukum Menggabungkan Dua Puasa Sunnah
- Bolehkah Puasa Sebulan Penuh Saat Muharram?
Jadwal puasa Muharram 1448 H/2026 M antara pemerintah-Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama berbeda. Hal ini terjadi karena penetapan awal Muharram yang tidak serentak.
Berdasarkan hasil keputusan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) pada Senin (15/6/2026), NU menyatakan tidak melihat hilal di seluruh Indonesia.
"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Senin Pon 29 Dzulhijjah 1447 H/15 Juni 2026 M pada titik di seluruh Indonesia. Semua lokasi tidak melihat hilal," demikian bunyi keterangan dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 yang diteken Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur, dilansi NU Online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, NU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan ini berbeda dengan pemerintah dan Muhammadiyah.
Pemerintah dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Penanggalan tersebut sama dengan ketetapan PP Muhammadiyah yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal.
Dengan adanya perbedaan tanggal penetapan 1 Muharram 1448 H/2026 M, maka jadwal puasa Muharram 2026 tentu akan berbeda jika dikonversi ke kalender Masehi.
Jadwal Puasa Muharram 2026 Versi Pemerintah
Berikut jadwal puasa Muharram 2026 sebagaimana merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026.
- Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 21 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
- Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua
- Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 26 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
- Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 3 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 5 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 9 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 10 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 15 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Jadwal Puasa Muharram Versi NU
- Rabu, 17 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 18 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 19 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 20 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 21 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 22 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
- Selasa, 23 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 24 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 25 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 26 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura
- Sabtu, 27 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 28 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 29 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
- Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Rabu, 1 Juli 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Kamis, 2 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 3 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 4 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 5 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 8 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 9 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 11 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 12 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 13 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 14 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 15 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 16 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
Jadwal Puasa Muharram Versi Muhammadiyah
- Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 21 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
- Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua
- Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis
- Jumat, 26 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
- Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
- Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 3 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 5 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Kamis, 9 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
- Jumat, 10 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Sabtu, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Minggu, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
- Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
- Rabu, 15 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Niat Puasa Muharram: Arab, Latin dan Arti
Berikut bacaan niat puasa Muharram yang dilansir dari buku Buku Praktis Ibadah oleh Irwan dkk. dan buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari tulisan Muh Hambali.
1. Niat Puasa Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
3. Niat puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati asyura lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
4. Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ."
5. Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."
6. Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."
Hukum Menggabungkan Dua Puasa Sunnah
Mengacu pada jadwal puasa Muharram yang disematkan sebelumnya, ada sejumlah hari yang puasa sunnahnya dilakukan bersamaan. Banyak muslim yang bertanya-tanya, apakah niat puasa harus dipilih salah satu atau justru dilakukan dua-duanya.
Sejatinya, puasa sunnah bisa digabung atau dilakukan sekaligus. Dikutip dari kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, menggabungkan dua ibadah sunnah dalam satu niat diperbolehkan dan sah hukumnya.
Pendapat tersebut juga sejalan dengan mazhab Syafi'i dan Imam Nawawi melalui kitab Al Majmu.
Bolehkah Puasa Sebulan Penuh Saat Muharram?
Tidak ada larangan untuk berpuasa sebulan penuh ketika Muharram menurut para ulama. Anjuran puasa sunnah bulan Muharram sendiri merujuk pada hadits Rasulullah SAW berikut:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR Muslim)
Menurut Ibnu Rajab Al Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma'arif yang dinukil dari NU Online, hadits tersebut jadi dalil diizinkannya berpuasa sepanjang bulan Muharram atau selama sebulan penuh. Dalil itu juga jadi rujukan berpuasa 1 hari dan berbuka di hari lainnya.
Kemudian, dalam kitab Kasyaful Qina' susunan Manshur bin Yunus Al-Buhuti Al-Hanbali dikatakan puasa pada bulan Muharram disunnahkan dan menjadi salah satu puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Seseorang diperkenankan melaksanakan puasa sebulan penuh, tak ada larangan dalam melaksanakannya karena di bulan itu Rasulullah SAW memperbanyak puasa.
"Yang dimaksud adalah puasa sunnah yang paling utama pada bulan Muharram adalah puasa menyeluruh (penuh) setelah berpuasa di bulan Ramadan, bulan Allah yang diharamkan. Karena beberapa puasa sunnah bisa lebih utama daripada hari-hari tertentu, seperti hari Arafah dan 10 Zulhijah, maka sunnah, maka puasa sunnah mutlak yang paling afdhal adalah puasa Muharram, sebagaimana yang salat yang paling afdhal setelah salat wajib ialah shalat tahajud (qiyamul lail)." (Manshur Al-Buhuti dalam Kassyāful Qināʻ ʻan Matnil Iqnāʻ)
Wallahu a'lam.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan
DPR RI Dukung Desakan MUI Tindak Tegas Pelaku LGBT