Sholat Subuh Sampai Jam Berapa? Ini Penjelasannya

Sholat Subuh Sampai Jam Berapa? Ini Penjelasannya

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 21 Jun 2026 06:00 WIB
Jadwal sholat Jakarta dan sekitarnya telah dirilis oleh Bimas Islam Kemenag. Salat lima waktu terdiri dari waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
Foto: Getty Images/iStockphoto/mustafagull
Jakarta -

Sholat Subuh merupakan salah satu sholat fardhu yang dilaksanakan pada awal hari sebelum matahari terbit. Waktu pelaksanaan sholat Subuh tergolong singkat, untuk itu umat Islam wajib mengetahui batasan waktunya.

Waktu Mulai Sholat Subuh

Merujuk buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Dra. Neni Nuraeni M.Ag., waktu sholat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq, yaitu cahaya putih yang membentang di ufuk timur sebagai tanda masuknya waktu Subuh.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin 'Amr,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوَ بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُوَْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُوَْلِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَوَقْتُ صَلََةِ الْْغَْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ وَوَقْتُ صَلََةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الَْْوْسَطِ وَوَقْتُ صَلََةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوَْعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنِ الصَّلََةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيَْ شَيْطَانٍَ.

Dari 'Abdullah bin 'Amr, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Waktu Zuhur apabila matahari tergelincir sampai bayang-bayang seseorang sama dengan tingginya, yaitu selama belum masuk waktu Asar. Waktu Asar selama matahari belum menguning. Waktu Magrib selama mega merah belum hilang. Waktu Isya sampai tengah malam. Waktu Subuh mulai terbit fajar selama matahari belum terbit. Apabila matahari telah terbit, maka jangan kamu lakukan sholat, karena matahari itu muncul di antara dua tanduk setan. (HR Muslim).

ADVERTISEMENT

Sholat Subuh Sampai Jam Berapa?

Secara syariat, waktu sholat Subuh berakhir saat matahari terbit (syuruq). Artinya, selama matahari belum terbit, seseorang masih berada dalam waktu pelaksanaan sholat Subuh.

Karena waktu terbit matahari berbeda-beda setiap daerah dan setiap hari, maka tidak ada satu jam yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Di suatu daerah, matahari bisa terbit pukul 05.55 WIB, sementara di daerah lain bisa pukul 06.15 WIB.

Oleh sebab itu, batas akhir sholat Subuh harus merujuk pada jadwal terbit matahari di wilayah masing-masing.

Sebagai contoh perhitungan waktu Subuh:

Masuk waktu Subuh: 04.40 WIB
Matahari terbit: 05.58 WIB

Maka waktu sholat Subuh berlangsung dari pukul 04.40 WIB hingga sebelum pukul 05.58 WIB.

Jika seseorang mengerjakan sholat sebelum matahari terbit, maka sholatnya masih dilakukan pada waktunya.

Bagaimana Jika Matahari Sudah Terbit?

Jika seseorang belum mengerjakan sholat Subuh hingga matahari terbit, maka waktu Subuh telah habis. Ia wajib segera mengqadha sholat tersebut setelah bangun atau setelah mengingatnya jika terlupa.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa lupa mengerjakan sholat atau tertidur sehingga tidak mengerjakannya, maka hendaklah ia mengerjakannya ketika ia ingat. Tidak ada kafarat baginya selain itu." (HR Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari buku Kitab Sullam Al-Munajah karya Syekh Nawawi Al-Bantani, dijelaskan bahwa apabila seseorang telah memulai sholat Subuh sebelum matahari terbit dan masih mendapatkan satu rakaat dalam waktunya, maka ia dianggap mendapatkan sholat tersebut.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, "Barangsiapa mendapatkan satu rakaat sholat Subuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan sholat Subuh." (HR Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, seseorang sempat melaksanakan minimal satu rakaat sebelum matahari terbit, kemudian rakaat berikutnya selesai setelah matahari terbit, maka sholatnya tetap dianggap ditunaikan pada waktunya.




(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads