Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Qadha Ramadan Arab, Latin & Artinya

Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Qadha Ramadan Arab, Latin & Artinya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Rabu, 24 Jun 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Puasa Zulhijah
Ilustrasi niat puasa. Foto: Hello Aesthe/Pexels
Jakarta -

Puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram dikenal memiliki keutamaan besar. Amalan ini dianjurkan bagi umat Islam yang ingin meraih pahala dan menghapus dosa.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits ini menjadi alasan kuat umat Islam untuk menghidupkan puasa Asyura setiap tahunnya.

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Asyura dan Qadha Ramadan?

Persoalan menggabungkan niat puasa wajib dan sunnah memang sudah menjadi perbincangan di kalangan ulama. Hal ini karena tidak ditemukannya dalil yang secara tegas menjelaskannya. Akibatnya, muncul sejumlah perbedaan pendapat.

ADVERTISEMENT

Mengutip MUI Digital yang merujuk pada berbagai kitab fikih, ada pendapat yang menyebut penggabungan niat puasa sunnah dengan qadha Ramadan dinilai sah.

Pendapat ini juga dikuatkan oleh fatwa Imam Al-Barizi, yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi. Dijelaskan bahwa orang yang menjalankan puasa qadha di hari yang dianjurkan puasa sunnah tetap berpeluang memperoleh keutamaan puasa sunnah tersebut.

"Berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan secara otomatis akan memperoleh keutamaan khusus pada hari-hari tersebut. Bahkan jika seseorang berniat untuk berpuasa dengan niat lainnya, pahala dari keduanya tetap bisa didapatkan."

Dijelaskan dalam kitab Al-I'ab, berdasarkan kesimpulan tersebut Imam Al-Barizi memberikan fatwa bahwa jika seseorang melakukan puasa qadha (Ramadan) atau puasa lainnya pada hari-hari yang dianjurkan, maka pahala dari kedua puasa tersebut tetap bisa diperoleh, baik dengan niat puasa sunnah maupun tidak." (Hasyiyah I'anah At-Thalibin)

Di sisi lain, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya memiliki pandangan yang berbeda. Ia menegaskan niat puasa wajib tidak boleh disatukan dengan niat puasa sunnah.

"Bagaimana niatnya? Anda niat bayar utang, jangan digabung dengan niat (puasa sunnah). Sebab niat puasa fardhu tidak boleh digabung dengan yang lainnya. Tapi kalau puasa sunnah boleh digabung dengan puasa sunnah yang lainnya," papar Buya Yahya, dalam cuplikan video di kanal YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Meski demikian, ia menjelaskan orang yang melaksanakan puasa wajib pada hari yang dianjurkan puasa sunnah tetap berkesempatan mendapatkan pahala dari puasa sunnah tersebut.

"Kemudian, Allah Maha Kasih karena Anda bayar nazarnya pas di hari Arafah, Allah akan berikan kepada Anda pahala nazar plus pahala Arafah. Allah Maha Kasih," jelasnya.

Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Qadha Puasa Ramadan

Berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadan dan puasa Asyura yang dapat diamalkan.

Niat Puasa Qadha Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat mengganti puasa Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yauma 'asyûra-a sunnata-lillâhi ta'âla.

Artinya: "Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads