Waktu Pelaksanaan Qobliyah Subuh Sampai Kapan?

Waktu Pelaksanaan Qobliyah Subuh Sampai Kapan?

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Rabu, 24 Jun 2026 20:00 WIB
jadwal Imsakiyah dan Subuh DKI Jakarta minggu ini, pada 19 - 22 Februari
Ilustrasi Waktu Qobliyah Subuh. Foto: Pixabay/Yourillustration
Jakarta -

Salat qobliyah Subuh termasuk salat sunnah rawatib, yaitu salat sunnah yang waktunya mengikuti salat wajib lima waktu.

Dalam Buku Seri Fikih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa salat qobliyah berarti salat sunnah yang dilakukan sebelum salat fardhu.

Tidak hanya dilakukan pada saat Subuh saja, salat sunnah ini juga mengiringi salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Niat Salat Qobliyah Subuh

Dikutip dari Buku Fikih Salat Sunah oleh Ali Musthafa Siregar dan Dr. Nurhadi, berikut bacaan niat salat qobliyah Subuh:


أصَلِّي سُنَةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

ADVERTISEMENT

Arab latin: Ushallī sunnataṣ-ṣubḥi rak'ataini qobliyyatan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Sengaja aku salat sunnah qobliyah subuh dua rakaat karena Allah ta'ala".

Waktu Qobliyah Subuh Sampai Kapan?

Waktu qobliyah Subuh dimulai sejak masuk waktu Subuh, yaitu setelah adzan Subuh berkumandang dan waktu Subuh telah tiba, hingga sebelum salat Subuh dimulai. Selama salat Subuh belum ditegakkan, qobliyah Subuh masih dapat dikerjakan, meskipun dianjurkan untuk segera dilaksanakan setelah adzan dan sebelum iqamah.

Apabila salat Subuh sudah dimulai, baik secara berjamaah maupun sendiri, maka qobliyah Subuh tidak lagi dikerjakan karena waktunya sudah berakhir.

Keutamaan Qobliyah Subuh

Terdapat keutamaan besar dalam melaksanakan salat sunnah qobliyah Subuh. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Dua rakaat fajar (qobliyah Subuh) adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya." (HR. Muslim)

Dari dalil ini menunjukkan bahwa dua rakaat qobliyah Subuh memiliki nilai yang sangat besar dibandingkan hal-hal duniawi.

Selain itu, terdapat hadits dari Ummu Habibah Ramlah RA, ia berkata:

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang hamba Muslim yang melaksanakan salat karena Allah setiap hari dua belas rakaat dari salat tathawwu' (bukan salat fardhu), melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah istana di surga." (HR. Muslim)




(inf/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads