Kisah Nabi Khidir Dijual 400 Dirham oleh Pengemis di Pasar

Kisah Nabi Khidir Dijual 400 Dirham oleh Pengemis di Pasar

Kristina - detikHikmah
Sabtu, 27 Jun 2026 05:00 WIB
Ilustrasi sahabat nabi yang paling miskin tapi bahagia.
Ilustrasi Nabi Khidir AS. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mahfud2015
Jakarta -

Nabi Khidir AS adalah salah satu nabi yang keberadaannya misterius. Dia kerap menyamar menjadi orang biasa bahkan miskin dan tak memperlihatkan keistimewaan apa pun dalam dirinya.

Rasulullah SAW pernah menceritakan salah satu kisah Nabi Khidir AS saat dijual pengemis di pasar Bani Israil. Kisah ini dinukil Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya terjemahan Umar Mujtahid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suatu ketika, Nabi Khidir AS berjalan di pasar Bani Israil dan bertemu seorang budak mukatib--budak yang memerdekakan dirinya dengan membayar tebusan kepada tuannya sesuai kesepakatan dengan cara diangsur. Budak yang miskin itu minta sedekah kepada Nabi Khidir AS tetapi sang nabi tidak punya harta untuk disedekahkan.

"Sungguh aku beriman kepada Allah, apa pun yang Allah kehendaki, pasti terjadi. Aku tidak punya apa pun untuk kuberikan padamu," kata Nabi Khidir AS.

ADVERTISEMENT

Si miskin itu kemudian mengulangi permintaannya tapi dengan menyebut Allah. "Dengan perantara wajah Allah, aku memintamu, bersedekahlah padaku, karena aku melihat langit di wajahmu, dan aku mengharapkan berkah darimu," ujarnya.

Mendengar wajah Allah disebut, Nabi Khidir AS yang tak punya apa pun itu kemudian menawarkan dirinya untuk dijual. "Sungguh, aku beriman kepada Allah. Aku tidak punya apa pun untuk kuberikan padamu. Tapi ambil saja aku, lalu juallah aku," kata sang nabi.

Pengemis itu lantas menanyakan keseriusan Nabi Khidir AS. Sang nabi pun membenarkan karena dia telah diminta dengan perantara yang agung--Allah SWT.

Pengemis itu kemudian membawa Nabi Khidir AS dan menjualnya seharga 400 dirham. Setelah laku, Nabi Khidir AS tinggal bersama orang yang membelinya. Si pembeli tak memerintahkan apa pun kepada budaknya.

Nabi Khidir AS lalu minta dipekerjakan oleh majikannya. "Kau membeliku tentu dengan mengharap keuntungan. Perintahkan aku untuk bekerja," pintanya.

Majikan yang melihat kondisi fisik Nabi Khidir AS yang sudah tua dan lemah tak mau mempekerjakannya karena takut memberatkan. Namun, Nabi Khidir AS tetap bersikeras agar dipekerjakan.

Akhirnya, orang tersebut minta Nabi Khidir AS memindahkan batu yang lazimnya akan rampung dalam sehari jika dikerjakan oleh enam orang. Tak disangka, batu tersebut dipindahkan Nabi Khidir AS sendirian dalam waktu sangat singkat.

Nabi Khidir AS kemudian minta dipekerjakan lagi oleh majikannya. Karena terus meminta, sang majikan pun menyuruh menembok rumahnya selagi dia pergi. Begitu pulang, dia pun heran rumahnya sudah ditembok dengan kuat.

Orang itu kemudian menanyakan siapa sebenarnya sosok yang dia beli di pasar itu. "Dengan wajah Allah aku bertanya padamu, bagaimana kau bisa melakukan itu, dan siapa sebenarnya kamu ini?" tanyanya heran.

Nabi Khidir AS akhirnya menjelaskan siapa dirinya. "Kau bertanya padaku dengan menyebut wajah Allah, dan pertanyaan ataupun permintaan dengan menyebut wajah Allah, membuatku menjadi budak. Akan kuberitahu siapa aku," ujarnya.

"Aku Khidir seperti yang pernah kau dengar. Seorang miskin meminta sedekah padaku, tapi aku tidak punya apa-apa untuk kuberikan padanya. Ia kemudian memintaku dengan menyebut wajah Allah, akhirnya aku menyerahkan diriku padanya sebagai budak, ia kemudian menjualku. Kuberitahukan padamu, siapa yang diminta atau ditanya dengan menyebut wajah Allah, lalu dia menolak orang yang meminta atau bertanya padahal dia bisa memberi atau menjawab, pada hari kiamat, kulitnya berdiri tanpa daging dan tanpa tulang. Dia bergerak tertatih-tatih," sambung Nabi Khidir AS.

Mendengar jawaban Nabi Khidir AS, orang itu merasa bersalah lalu menawarkan dua pilihan: orang tuanya sebagai tebusan atau membebaskan dari budak. Nabi Khidir AS lantas memilih dibebaskan agar bisa beribadah sepenuhnya kepada Allah SWT.

Menurut Ibnu Katsir, hadits yang menceritakan kisah Nabi Khidir AS di atas statusnya mauquf. Di dalam sanadnya terdapat perawi yang tidak dikenal.

Wallahu a'lam.




(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads