Kurma menjadi salah satu makanan yang identik dengan bulan puasa, terutama saat waktu berbuka. Buah yang berasal dari Timur Tengah ini kerap dikonsumsi sebagai menu pembuka sebelum menyantap hidangan utama. Selain rasanya yang manis, umat Islam juga dianjurkan untuk memakan kurma saat berbuka puasa.
Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW kerap berbuka puasa dengan kurma sebelum melaksanakan sholat Maghrib. Kebiasaan tersebut kemudian banyak diikuti oleh umat Muslim sebagai bentuk meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.
Saat mengonsumsi kurma, sebagian orang meyakini bahwa kurma sebaiknya dimakan dalam jumlah ganjil seperti satu, tiga, atau lima buir. Keyakinan ini berangkat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang senang menggunakan bilangan ganjil dalam berbagai aktivitasnya. Kendati demikian, masih banyak yang bertanya-tanya tentang kehadiran aturan tersebut. Apakah makan kurma dalam jumlah ganjil adalah kewajiban atau sunnah dalam Islam? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjuran Makan Kurma dalam Jumlah Ganjil
Kurma menjadi makanan kudapan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, terutama selama bulan Ramadan. Anjuran tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Salman bin Amir RA sebagai berikut:
"Diriwayatkan dari Salman bin Amir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Sesungguhnya kurma itu berkah. Jika tidak mendapatkan kurma, minumlah air. Sesungguhnya air itu menyucikan." (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Terkait jumlah kurma yang kerap dikonsumsi Nabi Muhammad SAW, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi menyukai bilangan ganjil. Dikutip dari jurnal Porsi dan Nutrisi Makanan Muhammad SAW oleh Mir'atun Nisa, jumlah yang sering digunakan antara lain 3, 5, atau 7 butir. Bilangan ganjil dalam ajaran Islam sering dikaitkan dengan makna ketauhidan, karena Allah SWT adalah Zat yang Maha Esa, tunggal, atau ganjil.
Selain itu, dalam hadis lain terdapat juga anjuran untuk memakan tujuh butir kurma pada pagi hari. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa saja yang memakan tujuh butir kurma 'ajwah setiap pagi, maka akan terhindar dari racun dan sihir. Hal ini menguatkan anjuran untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.
Apakah Makan Kurma Wajb Ganjil?
Para ulama berpendapat bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil bukanlah suatu kewajiban. Artinya, seseorang tetap diperbolehkan mengonsumsi kurma dalam jumlah genap. Anjuran makan kurma dalam bilangan ganjil hanya termasuk sunnah, yakni amalan yang dapat bernilai pahala jika dilakukan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Jumlah kurma yang dikonsumsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa
Selain menjadi bagian dari sunnah, mengonsumsi kurma saat berbuka juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Buah kurma sendiri mengandung beberapa nutrisi seperti karbohidrat, serat, mineral, protein, vitamin A, B1, B2, dan C. Kandungan tersebut mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Kandungan antioksidannya juga dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Saat kurma dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa, rasa manis pada kurma dapat membantu meningkatkan kadar gula darah secara bertahap setelah berpuasa. Proses ini dapat membantu tubuh mengembalikan energi tanpa memberi lonjakan gula darah secara drastis. Karena itulah kurma kerap dijadikan pilihan makanan berbuka puasa yang tak hanya menjadi bagian dari sunnah, namun juga bermanfaat bagi kesehatan.
Demikian penjelasan tentang anjuran makan kurma dalam jumlah ganjil saat berbuka puasa. Kesimpulannya, mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil merupakan sunnah sesuai kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Namun, apabila dikonsumsi dalam jumlah genap juga diperbolehkan. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(par/ahr)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Mahasiswa Geruduk Diskusi Nusron-Budiman di UGM, Sempat Terjadi Kejar-kejaran