Peristiwa tarik menarik antara ajudan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan marshal di Mandiri Jogja Maraton (MJM) berakhir damai. Ajudan bernama Serda Ainul Yaqin itu menyampaikan permintaan maaf.
Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (21/6) kemarin itu, Serda Ainul ditarik karena tidak mengenakan BIB atau identitas pelari di dalam trek maraton. Ia pun dalam video permintaan maafnya mengakui kesalahan.
Berikut pernyataan lengkap Serda Ainul Yaqin:
Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB, Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas, dan relawan, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian ini.
Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terimakasih atas kritik dan masukan yang diberikan
Dalam video tersebut, berdiri marshal yang sempat menarik Serda Ainul. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan saling berpelukan. Berikut pernyataan marshal tersebut:
Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan, dan saya juga mengganggap masalah ini telah selesai, terimakasih.
Penjelasan TNI AD
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan peristiwa tersebut merupakan kesalah pahaman. Nomor BIB yang semula dipakai ajudan disebut terlepas.
"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," kata dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Antara yang dikutip detikNews, Senin (22/6).
"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," jelasnya.
(alg/ams)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil