Kondisi salah satu alumni SMAN 2 Bantul yang mengaku menjadi korban bullying berujung kesehatan mentalnya terganggu meski sehat dalam segi fisik. Namun, saat ini yang bersangkutan masih menjalani pengobatan secara rutin dan kontrol satu pekan sekali.
"Kalau kesehatannya (secara fisik) sehat, hanya memang itu aja (kesehatan mental), efek dari itu aja (bullying saat di SMAN 2 Bantul)," kata pendamping salah satu alumni SMAN 2 Bantul yang jadi korban bullying, Dini Sandra kepada detikJogja, Senin (22/6/2026) malam.
Namun, Dini mengungkapkan bahwa yang bersangkutan masih melakukan kontrol ke poli jiwa. Hal tersebut telah berlangsung sejak satu tahun yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang kondisinya masih sama, dia dalam pengobatan rutin. Di mana kontrol satu minggu sekali terhitung dari satu tahun yang lalu," ujarnya.
Sehingga secara mental, kondisi yang bersangkutan masih sama dengan diagnosa dokter.
"Jadi kondisinya masih tidak jauh beda dari waktu itu, maksudnya diajak mengobrol susah fokus dan sulit mengendalikan emosi, sesuai keluhan dari medis," ucapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut jika Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul masih melakukan pendalaman terkait adanya salah satu alumni SMAN 2 Bantul yang menjadi korban bullying.
"Ya, hari ini kan sudah dilakukan pendalaman dan pasti nanti akan ada rekomendasi-rekomendasi yang kita perlukan," kata Halim kepada wartawan di Bantul.
Halim mengungkapkan, bahwa DP3AP2KB Bantul juga sudah melakukan langkah-langkah bersama Balai Pendidikan Menengah (dikmen). Langkah-langkah itu untuk penyelesaian masalah tersebut.
"Karena bagi kita, peristiwa ini harus menjadi peristiwa yang terakhir, ya. Jangan sampai ada bullying di sekolah-sekolah, jangan sampai ada tindakan kekerasan, baik kekerasan verbal, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan itu berbahaya. Bagi siapa? Bagi korban, bagi komunitas, dan bagi warga," ujarnya.
Untuk diketahui postingan dengan narasi seorang alumni SMAN 2 Bantul mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah menuai sorotan di media sosial.
Postingan itu diunggah akun Threads @gh05tx0. Dalam postingannya sosok tersebut juga mengunggah surat keterangan medis dengan nama dokter dan cap rumah sakit yang diblur.
Dalam surat keterangan medis itu disebutkan pemilik akun melakukan rawat jalan. Pada kolom diagnosisnya disebutkan sejumlah gangguan mental mulai dari depresi hingga bipolar.
"Saya Lulusan SMA Negeri 2 Bantul, Dan kalian Tau apa yang dapatkan setelah saya Lulus? Ya Betul, sesuai foto rekam medis saya, SAYA DIVONIS TERKENA MENTAL ILLNESS SETELAH LULUS," sebut akun Threads @gh05tx0 seperti dilihat detikJogja, Jumat (19/6/2026).
Pengunggah akun tersebut mengaku dituduh melakukan kejahatan oleh guru. Dia juga merasa difitnah.
"Saya difitnah melakukan suatu keiahatan d sekolah oleh wali kelas Dan bk saya sendiri padahal saya yang membongkar kejahatan itu lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru bajingan itu, Padahal sayalah pahlawannya. Parahnya, saya difitnah di arub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orana tua mereka mengira saya anak yang tidak baik?, padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum: dsb. Eh lucunva anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk," lanjut akun tersebut.
Pihak sekolah lewat keterangan resminya menyatakan siap bertanggung jawab jika memang hal itu terbukti.
(alg/apl)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Mahasiswa Geruduk Diskusi Nusron-Budiman di UGM, Sempat Terjadi Kejar-kejaran