- Amalan Malam Nuzulul Quran bagi Wanita Haid 1. Melantunkan Dzikir 2. Menjaga Kebersihan 3. Memperbanyak Doa 4. Membaca Wirid Asmaul Husna 5. Mengulang Hafalan Al-Quran 6. Membaca Tanpa Menyentuh Al-Quran 7. Mendengarkan Bacaan Al-Quran 8. Bersedekah 9. Menghadiri Kegiatan Islami 10. Membaca Sholawat
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia, Momen bersejarah itu diperingati setiap tanggal 17 bulan Ramadan dalam kalender Hijriah.
Setelah turun pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Dikutip dari laman NU Online, Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya, Al-Bidayah wan Nihayah, menjelaskan:
"Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Quran) kepada Rasulullah SAW bertepatan dengan hari Senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadan. Dan dikatakan, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadan." (Al-Bidayah wan Nihayah, juz III, halaman 11)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nabi Muhammad SAW tidak menuntunkan amalan khusus untuk malam Nuzulul Quran. Oleh karenanya, semua amal kebaikan boleh-boleh saja dikerjakan, tanpa meyakini keutamaan tertentu. Lantas, bagaimana dengan wanita yang sedang haid?
Dirujuk dari laman Majelis Ulama Indonesia, wanita yang sedang dalam masa haid tidak memiliki kewajiban sholat dan dilarang menyentuh mushaf Al-Quran. Meski begitu, masih ada sederet amalan lain yang dapat dikerjakan untuk mengisi malam Nuzulul Quran. Berikut 10 di antaranya.
Amalan Malam Nuzulul Quran bagi Wanita Haid
Dirangkum dari buku Pahala dan Dosa Wanita Ketika Datang Bulan karya Nur Aisyah Albantany, buku Panduan Beribadah Khusus Wanita karya Abu Malik Kamal Salim, laman MUI Digital, dan laman NU Online. Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan wanita haid saat momen Nuzulul Quran untuk mendekatkan diri pada Allah SWT serta memperbanyak pahala:
1. Melantunkan Dzikir
Berdzikir merupakan salah satu amalan mulia yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada malam Nuzulul Quran. Dzikir adalah amalan ibadah yang intinya berusaha mengingat, menyebut, dan mengagungkan nama Allah SWT, baik melalui hati maupun lisan. Amalan ini adalah salah satu yang disukai Allah karena mendekatkan diri kepada-Nya sehingga mendatangkan keutamaan. Keutamaan berdzikir salah satunya dijelaskan dalam QS Al Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
2. Menjaga Kebersihan
Banyak perempuan kurang memperhatikan kebersihan tubuh saat sedang haid. Bahkan, ada yang enggan menyisir rambut atau memotong kuku dengan alasan hal tersebut dilarang. Padahal, anggapan itu hanyalah mitos belaka. Islam justru mengajarkan umatnya untuk tetap menjaga kebersihan dalam keadaan apa pun, termasuk ketika sedang haid.
Disebutkan dalam hadits dari Aisyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Rasulullah SAW, sesampainya di Makkah beliau mengalami haid. Kemudian Rasulullah bersabda kepadanya:
.....دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي
Artinya: "Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah..." (HR Bukhari no 317 dan Muslim no 1211)
3. Memperbanyak Doa
Berdasarkan ungkapan Sufyan At-Tsauri, Al-Hafizh Ibnu Rajab, ia berkata bahwa selain membaca Al-Quran, memperbanyak doa adalah amalan yang bagus, termasuk dalam momen Nuzulul Quran:
ومراده أن كثرة الدعاء أفضل من الصلاة التي لا يكثر فيها الدعاء وإن قرأ ودعا كان حسنا. وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يتهجد في ليالي رمضان ويقرأ قراءة مرتلة لا يمر بآية فيها رحمة إلا سأل ولا بآية فيها عذاب إلا تعوذ. فيجمع بين الصلاة والقراءة والدعاء والتفكر. وهذا أفضل الأعمال وأكملها في ليالي العشر وغيرها والله أعلم
Artinya: "Maksudnya adalah memperbanyak doa lebih utama dibanding sholat yang di dalamnya tidak terdapat banyak doa. Dan jika ia membaca (Al-Quran) dan berdoa maka lebih bagus."
Hal ini disampaikan dengan menengok realita bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat Tahajud di malam-malam bulan Ramadan sembari membaca Al-Quran dengan tartil. Pada moment ini, jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau akan berdoa, dan jika beliau membaca ayat azab maka beliau akan meminta perlindungan kepada Allah SWT.
4. Membaca Wirid Asmaul Husna
Membaca wirid dapat mendekatkan diri pada Allah SWT dan bila dilakukan, maka akan memiliki pahala yang besar. Asmaul Husna sendiri merupakan pujian kepada Allah yang menjanjikan surga. Oleh karena itu, wirid dengan Asmaul Husna dapat menjadi amalan malam Nuzulul Quran bagi wanita yang sedang haid untuk meraih pahala dari Allah SWT.
5. Mengulang Hafalan Al-Quran
Menyentuh dan memegang mushaf Al-Quran memang diharamkan bagi wanita haid. Namun demikian, seorang wanita haid tetap mampu melaksanakan berbagai ibadah yang berkaitan dengan Al-Quran dengan syarat tanpa menyentuhnya, seperti menghafal. Selain menghafal kalam Ilahi yang indah, wanita haid juga disarankan sekaligus mempelajari arti dan maknanya.
6. Membaca Tanpa Menyentuh Al-Quran
Sebenarnya, wanita haid tetap dapat membaca Al-Quran untuk meraih pahala pada malam Nuzulul Quran tanpa melanggar syariat Islam, dengan syarat tidak menyentuh mushaf secara langsung. Solusinya, wanita haid dapat membaca Al-Quran melalui aplikasi digital atau Al-Quran online di ponsel maupun tablet. Selain itu, ia juga dapat membaca Al-Quran terjemah sebagai ganti.
7. Mendengarkan Bacaan Al-Quran
Mendengarkan lantunan ayat Al-Quran juga dapat dilakukan muslimah yang sedang haid untuk tetap mengejar pahala pada malam Nuzulul Quran. Meski tidak membacanya secara langsung dan hanya mendengarkannya, insya Allah, wanita haid akan tetap mendapatkan pahala yang besar.
8. Bersedekah
Seorang wanita yang sedang haid tetap memiliki banyak peluang untuk berbuat kebaikan, salah satunya dengan bersedekah. Memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan, berbagi makanan, atau membantu orang lain dengan tenaga dan perhatian adalah bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Haid bukanlah penghalang untuk meraih pahala, justru menjadi kesempatan untuk memperbanyak kebaikan melalui kepedulian dan empati kepada sesama.
9. Menghadiri Kegiatan Islami
Saat sedang haid, wanita muslim tetap dapat mengikuti berbagai aktivitas keagamaan, seperti kajian atau khataman Al-Quran. Meski tidak diperkenankan melaksanakan sholat, seorang muslimah tetap boleh menyimak tausiyah, mendengarkan bacaan Al-Quran, serta mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap majelis ilmu. Dengan begitu, semangat menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah tetap terjaga karena haid bukanlah penghalang untuk terus meraih pahala di malam Nuzulul Quran.
10. Membaca Sholawat
Sesungguhnya, Allah menurunkan ayat yang secara gamblang berisi perintah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Yang dimaksud adalah surat al-Ahzab ayat 56:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab: 56).
Surat Al-Ahzab tersebut menunjukkan bahwa Allah dan para malaikat bersholawat untuk Nabi Muhammad. Karena itu, membaca sholawat dapat menjadi amalan bagi wanita haid dalam menghidupkan Nuzulul Quran.
Demikianlah beberapa amalan malam Nuzulul Quran yang dapat dilakukan oleh wanita haid untuk meraih pahala. Semoga bisa dijadikan pedoman, ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(num/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil