- Keutamaan Lailatul Qadar
- Alasan Lailatul Qadar Dirahasiakan
- Ciri-ciri Turunnya Lailatul Qadar 1. Datang pada Bulan Ramadan 2. Datang pada Akhir Ramadan 3. Tanggal Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan 4. Pagi Harinya Sinar Matahari Tidak Panas 5. Malamnya Tidak Panas ataupun Dingin 6. Langit Lailatul Qadar Cerah 7. Bulan Berbentuk Setengah Nampan
Lailatul Qadar pada umumnya dikejar umat Islam pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Namun, pada dasarnya tidak ada kepastian waktu terkait tibanya malam penuh kemuliaan itu.
Hal ini dikarenakan tidak adanya surat Al-Quran atau hadits yang menyebutkan waktu pas datangnya Lailatul Qadar secara gamblang. Oleh karena itu, waktu terkait Lailatul Qadar merupakan misteri, sekaligus bagian dari kebesaran Allah SWT.
Meski begitu, sejumlah hadits dan ayat Al-Quran memberikan gambaran yang dapat dijadikan petunjuk datangnya malam yang penuh kemuliaan tersebut. Lantas, bagaimana ciri-ciri turunnya Lailatul Qadar? Simak pembahasannya di bawah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan salah satu peristiwa penting yang berlangsung pada bulan puasa. Lailatul Qadar adalah momen diturunkannya Al-Quran, sekaligus waktu turunnya para malaikat. Allah SWT melalui firman-Nya menyebut Lailatul Qadar lebih baik ketimbang 1000 bulan. Firman-Nya:
إِنَّا أَنزَلْتَهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ : وَمَا أَدْرَنكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ : لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ : تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ : سَلَامُ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ :
Artinya: "Sesungguhnya kami turunkan dia (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya, untuk mengatur segalanya. Salam sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr: 1-5)
Karena keutamaannya yang agung, umat Islam biasa berlomba-lomba meraih Lailatul Qadar. Ada banyak amalan yang lazim dikerjakan, seperti sholat Tarawih, tadarus, dan itikaf.
Alasan Lailatul Qadar Dirahasiakan
Banyak ulama berpendapat Lailatul Qadar sengaja dirahasiakan waktunya untuk memicu umat Islam terus mengejar dan mencarinya. Selain itu, ketidakjelasan waktu ini juga mendorong umat Islam untuk lebih aktif dalam beribadah pada setiap malam bulan Ramadan sehingga mendapatkan pahala yang besar.
Lebih jauh, Syekh Ali Jumah, seorang ulama besar dari Mesir, mengungkapkan bahwa Lailatul Qadar memang tidak diketahui secara pasti waktunya. Menurut Syekh Ali Jumah, hal ini merupakan bagian dari hikmah Allah SWT. Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, sebagaimana Allah SWT menyembunyikan waktu mustajab di hari Jumat dan sejumlah waktu afdhal lainnya.
Ciri-ciri Turunnya Lailatul Qadar
Dihimpun detikJateng dari laman Kementerian Agama RI, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan NU Online, meskipun waktu datangnya Lailatul Qadar tidak dapat diketahui secara pasti, malam istimewa tersebut diyakini memiliki beberapa pertanda. Hal ini dijelaskan dalam berbagai hadits yang menyebutkan sejumlah ciri yang menyertai hadirnya Lailatul Qadar. Berikut beberapa di antaranya:
1. Datang pada Bulan Ramadan
Pertama, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, meyebutkan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Rasulullah menjawab bahwa Lailatul Qadar ada dalam bulan Ramadan, "Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan." (HR Abu Dawud)
2. Datang pada Akhir Ramadan
Kedua, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada akhir bulan Ramadan, khususnya sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, yakni mencarinya pada 10 malam terakhir, seperti yang dijelaskan oleh Aisyah, "Adalah Nabi biasa mencari Lailatul Qadar pada 10 malam yang terakhir." (HR Bukhari no 1880).
3. Tanggal Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Ketiga, ciri-ciri yang lebih rinci ada dalam sebuah riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah diperlihatkan malam Lailatul Qadar, tetapi beliau dibuat lupa mengenai waktunya. Dari Abdullah bin Unais, Nabi SAW bersabda:
"Aku melihat Lailatul Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya, dan ditampakkan padaku saat Subuhnya aku sujud di tanah yang basah, lalu kata Abdullah: Maka turun hujan atas kami pada malam 23, maka Nabi sholat Subuh bersama kami, lalu beliau pulang dan tampak bekas air dan tanah di dahi dan hidung beliau lalu dikatakan: Maka Abdullah bin Unais berkata tanggal 23 itulah Lailatul Qadar." (HR Muslim no 1997)
4. Pagi Harinya Sinar Matahari Tidak Panas
Keempat, salah satu hadits yang terkenal dalam perkara ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka'ab, yang mengungkapkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki pagi hari dengan matahari yang terbit dengan warna putih dan tidak terlalu panas:
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Artinya: "Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR Muslim no 762 dari Ubay bin Ka'ab)
5. Malamnya Tidak Panas ataupun Dingin
Hawa pada Lailatul Qadar tidaklah panas maupun dingin. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi:
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
6. Langit Lailatul Qadar Cerah
Dalam Mu'jam at- Thabari al-Kabir disebutkan tanda lain Lailatul Qadar, yakni langit cerah. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas."
7. Bulan Berbentuk Setengah Nampan
Ciri lain Lailatul Qadar adalah bulan yang berbentuk setengah nampan. Karakteristik ini didasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA:
Abu Hurairah RA berkata, "Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, 'Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.'" (HR Muslim)
Demikianlah penjelasan terkait ciri-ciri Lailatul Qadar menurut Al-Quran dan hadits. Semoga membantu detikers mengenali ketika malam keutamaan itu tiba, ya!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/dil)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil