Polisi mengungkap perkataan dari anggota Joxzin, Kitin Yogatama Rustamaji atau KYR (36) yang menyinggung pelaku hingga akhirnya terjadi pembunuhan di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto mengjelaskan, awalnya dua tersangka yakni SS alias Cobro (29) dan FS (22) bersama rekan-rekannya berkumpul di rumah KYR, Selasa (24/3/2026) malam. Pada saat itu, terdapat delapan orang yang ada di sana.
"Delapan orang itu berkumpul dan terjadi obrolan-obrolan yang dianggap melukai perasaan SS, yaitu 'nek sok-sokan alim ojo ning kene' (kalau merasa paling alim jangan di sini)," katanya kepada wartawan di Polres Bantul, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa tersinggung, Cobro lalu mengajak FS untuk pergi pukul 04.00 WIB. Ternyata Cobro mengajak FS mengambil golok di rumahnya, Gamping, Sleman.
"Kemudian pukul 05.00 WIB, SS kembali lagi ke rumah KYR melalui pintu belakang dan mendapati KYR sedang tertidur bersama anak dan istrinya," ucapnya.
Sedangkan rekan-rekan yang sebelumnya berkumpul dengan Cobro, FS, dan korban sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
"Lalu SS membacok sebanyak tiga kali, pertama kena wajah sebelah kiri, sabetan kedua mengenai perut dan juga mengenai jari istri KYR dan sabetan ketiga mengenai paha sebelah kanan KYR yang mengakibatkan KYR meninggal dunia," ujarnya
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap anggota Joxzin di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul karena tersangka merasa sakit hati.
"Jadi sakit hati, tersangka itu tersinggung dengan perkataan korban," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi detikJogja, Jumat (6/3/2026).
Selain itu, Rita menyebut bahwa antara tersangka SS (29) dan korban KYR (36) sebelumnya sudah saling kenal.
"Padahal keduanya saling kenal, ya teman, kenal gitu," ujarnya.
(par/ahr)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf