Cerita Ketua RT soal Keluarga Fendi yang Putus Sekolah demi Rawat Ibu

Cerita Ketua RT soal Keluarga Fendi yang Putus Sekolah demi Rawat Ibu

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 16 Mar 2026 14:54 WIB
Ketua RT.06 Jeruken, Wahono saat memberikan keterangan di Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (16/3/2026).
Ketua RT.06 Jeruken, Wahono saat memberikan keterangan di Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (16/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Gunungkidul -

Ketua RT 06 Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Wahono, menyebut telah menghentikan iuran rutin lingkungan untuk keluarga Ahmad Tri Efendi (10), bocah yang putus sekolah karena merawat ibunya. Tidak hanya itu, warga secara berkala memberikan bantuan kepada keluarga Fendi.

"Untuk tanggung jawab iuran apa sudah diberhentikan. Kegiatan apa pun juga sudah diberhentikan, khususnya yang berhubungan dengan iuran," kata Wahono kepada wartawan di Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (16/3/2026).

Menurut Wahono, kebijakan itu wujud masyarakat ingin membantu keluarga Fendi. Selain menghentikan iuran RT, Wahono menyebut bahwa warga kerap memberikan bantuan kepada keluarga Fendi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membantu semampunya, dari warga juga kalau ada yang kelebihan rezeki, ada hajatan pasti dikasih bingkisan dan kalau ada keperluan apa pasti kami bantu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Wahono menjelaskan, semua itu karena kedua orang tua Fendi mengalami sakit. Di mana awalnya ibu Fendi mengalami kebutaan dan berujung pada saraf yang membuat tubuh sang ibu lumpuh.

"Ibunya sakit sudah hampir 4 tahunan, kalau bapaknya sudah dua tahunan. Jadi bapaknya dulu masih bekerja sebagai pekerja bangunan sambil merawat istri dan anaknya, tapi lama kelamaan kemampuannya berkurang dan terkena sakit saraf itu tadi," ucapnya.

Hal tersebut membuat kakak pertama Fendi menjadi tumpuan utama keluarga. Mengingat kaka kedua Fendi masih mengenyam pendidikan di bangku kelas satu SMP.

"Fendi itu tiga bersaudara, dan jadi anak yang ketiga. Kalau yang pertama laki-laki dan sudah bekerja di tempat penyulingan minyak jelantah di Berbah, Sleman, kalau yang kedua perempuan kelas satu SMP," katanya.

Sedangkan untuk sehari-hari, Fendi tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak perempuannya. Namun, terkadang sang nenek datang untuk membantu keluarga Fendi.

"Fendi itu di rumah sama bapak, ibu, dan kakak perempuannya. Tapi simbahnya kadang-kadang ke sini (rumah Fendi) juga," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah lelaki di Girisekar, Gunungkidul, terpaksa putus sekolah demi merawat ibunya yang sakit hingga lumpuh. Bocah bernama Fendi (9) ini sudah putus sekolah selama tiga tahun. Kisah bocah ini pun viral di media sosial.

Informasi mengenai Fendi ini diunggah akun Instagram @pantaujogjakarta, tiga hari lalu. Unggahan yang menuliskan kisah pilu Fendi ini mendapat atensi yang luas dari warganet. Puluhan ribu likes dan ribuan komentar membanjiri unggahan itu.

Pemkab Gunungkidul pun bergerak memberi bantuan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran telah mendatangi kediaman Fendi pada hari ini.

Dalam kesempatan itu, Endah menyayangkan informasi semacam ini harus menunggu viral terlebih dahulu untuk dapat diketahui. Ia meminta seluruh warga, mulai dari tingkat RT hingga perangkat desa, untuk segera melaporkan jika menemukan kondisi serupa di lingkungannya.

"Kejadian seperti ini tidak usah dibiarkan sampai 3 tahun atau 1 bulan. Ini adalah kewajiban kita sebagai orang yang beriman untuk saling membantu," kata Endah dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).




(apl/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads