Pemda DIY tidak menggelar open house Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tahun ini. Sebagai gantinya, disiapkan acara silaturahmi yang bisa dihadiri masyarakat umum di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (30/3) mendatang.
"Rencananya Pemda DIY akan menyelenggarakan silaturahmi Idul Fitri, bukan open house," kata Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (27/3/2026).
Diketahui, acara silaturahmi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY ataupun open house pada tahun lalu urung digelar lantaran efisiensi anggaran. Adapun acara silaturahmi kali ini juga berbeda dengan acara open house pada tahun-tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kita menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan. Tahun ini kita selenggarakan dengan lebih sederhana, karena sudah menjadi arahan dari pimpinan," ungkap Ditya.
Sebagai ganti hidangan prasmanan, Pemda DIY menyediakan 70 gerobak yang berisi berbagai menu UMKM dari warga, seperti angkringan, soto, dan lain sebagainya. Semuanya tersedia gratis untuk dinikmati masyarakat yang hadir.
"Kita kembalikan dari masyarakat untuk masyarakat dengan menggandeng UMKM. Semangatnya silaturahmi dengan kesederhanaan dan harapannya ekonomi juga terap berputar," terang Ditya.
Silaturahmi ini dibuka untuk undangan dan masyarakat umum tak hanya untuk warga kota Jogja. Namun, terdapat pembatasan waktu pelaksanaan. Silaturahmi akan dibuka pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, setelah itu akan ditutup dan tinggal menghabiskan antrean yang ada di dalam.
"Karena biasanya antrean sudah panjang dari pagi. Kita habiskan yang ingin bersalaman dengan beliau. Secara anggaran lebih efisien dan menjangkau lebih banyak masyarakat," ujar Ditya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat hanya dipersilakan bersalaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tanpa ada sesi mengobrol panjang apalagi swafoto. Hal ini dilakukan agar tidak memperpanjang antrean.
Masyarakat yang datang diwajibkan memakai pakaian rapi, sopan, dan dilarang mengenakan sandal jepit. Untuk warga disabilitas akan disediakan fasilitas dan akses khusus untuk diutamakan.
"Seperti tahun sebelumnya, modelnya hanya salaman. Nanti lengkap ada Gubernur, GKR Hemas, Wakil Gubernur dan Gusti Putri," ujar Ditya.
"Untuk foto, seperti tahun sebelumnya, nanti ada tim dari Humas Pemda yang akan mengambil foto. Hasilnya akan dibagikan ke masyarakat melalui link untuk didownload. Karena antrean panjang tidak bisa mengobrol panjang, hanya menyapa saja," pungkasnya.
(dil/ahr)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Mahasiswa Geruduk Diskusi Nusron-Budiman di UGM, Sempat Terjadi Kejar-kejaran