19 Siswa SD di Bantul Keracunan MBG, Diduga gegara Susu Kotak

19 Siswa SD di Bantul Keracunan MBG, Diduga gegara Susu Kotak

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 09 Apr 2026 14:18 WIB
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG
Ilustrasi Keracunan MB. GFoto: Edi Wahyono
Jogja -

Belasan murid SDN Monggang, Srihardono, Pundong, Bantul mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Penyebabnya diduga berasal dari susu kotak yang saat dibuka mengeluarkan bau menyengat.

Kepala SDN Monggang, Sumarni, mengatakan kejadian bermula saat sekolahnya mendapat kiriman MBG, Rabu (8/4) pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, MBG dibagikan kepada siswa saat jam istirahat.

"Lalu ada murid kelas VI yang menemukan adanya belatung yang gerak-gerak di pakcoy dan omprengnya dibawa ke kantor guru," katanya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Akibat adanya temuan itu, Sumarni meminta agar MBG yang belum terlanjur dimakan tidak dimakan terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, ada pula ompreng yang berbau tidak sedap di ruang guru.

"Setelah ompreng dibuka ternyata bau menyengat itu berasal dari susu kotak. Karena itu saya minta susu kotak yang belum diminum murid-murid ditarik agar nanti diganti dari SPPG," ujarnya.

Tidak lama kemudian, ada murid yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Oleh sebab itu, pihak sekolah membawanya ke Puskesmas Pundong.

"Ternyata murid yang mengalami gejala keracunan terus bertambah sampai 18 orang. Tapi, setelah dapat penanganan medis semuanya sudah diperbolehkan pulang," ucapnya.

Sumarni juga mengungkapkan hari ini ada satu murid yang mengalami gejala keracunan makanan. Sehingga, total murid yang mengalami gejala tersebut ada 19 murid.

"Dari 19 murid itu ada sembilan orang yang belum masuk sekolah, kami sudah komunikasi dengan orang tua murid dan katanya masih mual, pusing dan diare," katanya.

Terkait penyebab gejala keracunan tersebut, Sumarni menduga dari susu kotak. Meski Sumarni akui masa kadaluarsa susu kotak itu masih tahun 2027.

"Tapi ada yang saat menuangkan isi susu kotak terlihat ada belatung yang bergerak-gerak. Jadi apakah belatung yang ada di pakcoy itu berasal dari belatung yang ada di susu kotak atau bukan saya tidak tahu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Srihardono 1, Septiyanto, tidak mau berbicara banyak terkait kejadian tersebut. Namun, Septiyanto memastikan bahwa untuk sementara waktu SPPG tidak beroperasi.

"Kalau hasil laboratorium keluar kami akan memberikan keterangan resmi, yang jelas hari ini SPPG untuk sementara tidak beroperasi," ucapnya.




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads