Puluhan Warga Sleman Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Pamitan Haji

Puluhan Warga Sleman Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Pamitan Haji

Jauhari Wawan S - detikJogja
Senin, 04 Mei 2026 15:05 WIB
Ilustrasi ambulans.
Ilustrasi ambulans. Foto: Istock
Sleman -

Puluhan warga di wilayah Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara pamitan haji. Data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman tercatat ada 28 orang mengalami gejala.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menjelaskan saat ini warga yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan di tiga faskes. Ia menyebut tidak ada warga yang sampai menjalani rawat inap.

"Sampai pukul 14.20 WIB data yang kami terima ada 28 orang yang bergejala. Sementara semua rawat jalan," kata Yuli kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara pamitan haji tersebut berlangsung pada Minggu (3/5) kemarin dengan total 130 orang tamu undangan yang hadir. Yuli menjelaskan konsumsi yang disajikan berupa snack dan nasi kotak.

"Untuk gejala itu ada yang sakit perut, mulas, diare, pusing, panas dingin, demam," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Untuk snack berisi lemper, pastel, donat, dan sus. Sementara menu nasi kotak terdiri dari nasi, ayam bakar, sambal krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang, serta lalapan timun.

"Nasi kotak ada yang dibawa pulang. Sementara untuk kondisi makanan yakni krecek mulur, kecut sebanyak 256 boks," jelasnya.

Saat ini Dinkes Sleman telah mengambil sampel makanan berupa ayam panggang atau bakar, sambal goreng krecek plus jeroan, dan feses untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, salah satu perwakilan tuan rumah, Nayoko Bramantyo menjelaskan keluarganya memesan 250 porsi makanan untuk acara pamitan haji yang berlangsung pukul 8 pagi. Sementara nasi kotak yang dipesan tiba sekitar pukul setengah tujuh.

"Itu acara pamitan haji. Kronologinya kami pesan makanan itu 250, saya minta (pesanan) itu (diantar) hari Minggu jam setengah enam, tapi datangnya setengah tujuh acara jam delapan," kata pria yang akrab disapa Yoko kepada wartawan.

Yoko mengatakan, gejala baru dirasakan beberapa jam setelah acara berlangsung. Yoko mengaku mulai merasakan keluhan pada malam hari, termasuk anggota keluarganya. Gejala yang dialami berupa diare.

"Kalau saya itu setengah sebelas malam. Terus sama kayaknya adik saya sama, iya. Kami korban juga, yang korban di rumah tiga. (Gejalanya) Diare," ungkapnya.

Terkait dugaan sumber keracunan, Yoko menyebut salah satu menu yakni sambal krecek memiliki rasa yang tidak normal saat dikonsumsi. Meski demikian, ia tetap menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait.

"Ada (yang rasanya aneh) dari krecek. Itu agak kecut, rasanya sudah beda," ujarnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads