7 Pemangsa Alami Ikan Sapu-sapu di Habitat Asal dan Indonesia, Biawak Gimana?

7 Pemangsa Alami Ikan Sapu-sapu di Habitat Asal dan Indonesia, Biawak Gimana?

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Minggu, 10 Mei 2026 09:45 WIB
5 Cara Membasmi Ikan Sapu-sapu di Sungai, Hama Invasif Pengancam Ekosistem
Ikan Sapu-sapu (Foto: Juan Carlos Caicedo Hernández/iNaturalist/CC BY 4.0)
Jogja -

Ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan di Indonesia. Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki kemampuan reproduksi yang luar biasa, di mana satu ekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dengan tingkat kelangsungan hidup di atas 90 persen.

Banyak pihak mulai mempertanyakan keberadaan pemangsa alami ikan sapu-sapu untuk menekan populasinya yang meledak. Di habitat asal mereka di Amerika Selatan, ikan ini sebenarnya memiliki predator yang menjaga populasi tetap seimbang, tetapi kondisi ini berbeda jauh dengan ekosistem di Indonesia.

Salah satu hewan yang sering terlihat di pinggiran sungai adalah biawak. Lantas, apakah predator lokal ini mampu menjadi solusi biologi untuk mengatasi invasi ikan sapu-sapu yang terkenal memiliki kulit keras dan sirip berduri tajam? Berikut ulasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Predator Ikan Sapu-sapu di Habitat Asalnya

Di Sungai Amazon dan wilayah Amerika Tengah, ikan sapu-sapu tidak hidup "santai" seperti di Indonesia. Mereka harus berhadapan dengan berbagai predator tangguh yang mampu menembus perlindungan kulit keras mereka.

Dilansir laman IPB University dan juga data dari Florida Fish and Wildlife Conservation Commission dan National Audubon Society, beberapa pemangsa alaminya meliputi:

  1. Common Snook (Centropomus undecimalis): Ikan karnivora berukuran besar yang mampu tumbuh hingga 1,2 meter. Mereka adalah predator oportunistik di perairan payau dan tawar.
  2. Tarpon (Megalops atlanticus): Dikenal sebagai ikan purba yang sangat kuat dan memiliki mulut besar untuk menelan mangsa secara utuh.
  3. Spectacled Caiman (Caiman crocodilus): Kerabat buaya ini merupakan predator puncak di habitat asal ikan sapu-sapu yang mampu menghancurkan kulit keras ikan tersebut dengan gigitannya.
  4. Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus): Burung air yang ahli menyelam dan menangkap ikan di perairan tawar maupun pesisir.

Pemangsa Ikan Sapu-sapu di Indonesia

Menurut Dr. Charles PH Simanjuntak, pakar konservasi ikan dari IPB University, salah satu penyebab utama ledakan populasi ikan sapu-sapu adalah absennya predator spesifik. Ikan sapu-sapu yang ada di Jakarta sangat adaptif dan mampu bertahan di air tercemar, sedangkan predator lokal sulit bertahan hidup di kondisi yang sama.

Meski begitu, ada potensi pengendalian biologis menggunakan ikan lokal, tetapi dengan catatan khusus:

  • Ikan Baung dan Ikan Betutu: Dapat menjadi predator alami, tetapi hanya efektif memangsa ikan sapu-sapu pada fase juvenile (anak ikan) yang berukuran 0,6-10 cm.
  • Setelah ikan sapu-sapu tumbuh dewasa dan kulitnya mengeras, ikan-ikan lokal ini tidak lagi mampu memangsa mereka.

Bisakah Biawak Menjadi Predator Ikan Sapu-sapu?

Biawak air (Varanus salvator) sering dianggap sebagai kandidat kuat pengendali ikan sapu-sapu di Indonesia. Berdasarkan studi kasus berjudul Observed Predation on a Suckermouth Catfish (Hypostomus plecostomus) by a Water Monitor (Varanus salvator) in Bellanwila-Attidiya Sanctuary yang diterbitkan oleh D.M.S. Suranjan Karunarathna dkk, ditemukan beberapa fakta menarik:

  • Biawak Terbukti Memangsa Sapu-sapu: Seekor biawak jantan sepanjang 2 meter terpantau memangsa ikan sapu-sapu berukuran 50 cm.
  • Proses yang Sulit: Karena kulit sapu-sapu yang seperti perisai baja dan sirip yang berduri tajam, biawak membutuhkan waktu hingga 46 menit hanya untuk menelan satu ekor ikan.
  • Risiko Cedera: Duri pada sirip ikan sapu-sapu sangat berbahaya. Dalam laporan tersebut, seekor burung undan (Pelican) bahkan mengalami luka parah di kantung tenggorokannya akibat mencoba menelan ikan ini.

Jadi, meskipun biawak bisa memangsa ikan sapu-sapu, mereka cenderung memilih mangsa lain yang lebih mudah ditelan jika tersedia. Biawak lebih berperan sebagai pembersih (scavenger) yang memakan bangkai atau ikan yang sudah setengah mati.

Itulah sekilas mengenai pemangsa alami ikan sapu-sapu di habitat asalnya dan di Indonesia. Semoga menambah wawasan detikers terkait ikan yang lagi ramai dibahas ini, ya!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads