Trump Umumkan Pasukan AS-Nigeria Bunuh Pemimpin Senior ISIS

Internasional

Trump Umumkan Pasukan AS-Nigeria Bunuh Pemimpin Senior ISIS

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Sabtu, 16 Mei 2026 19:54 WIB
U.S. President Donald Trump looks on as he speaks to reporters near the Lincoln Memorial Reflecting Pool as it undergoes renovations, in Washington, D.C., U.S., May 7, 2026. REUTERS/Kylie Cooper
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Kylie Cooper
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, pasukan gabungan negaranya dan Nigeria membunuh pemimpin senior kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sosok yang tewas itu disebut bernama Abu-Bilal al-Minuki.

"Malam ini, atas arahan saya, pasukan Amerika yang berani dan Angkatan Bersenjata Nigeria dengan sempurna melaksanakan misi yang direncanakan dengan cermat dan sangat kompleks untuk menyingkirkan teroris paling aktif di dunia dari medan perang," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

"Abu-Bilal al-Minuki, orang kedua dalam komando ISIS secara global, mengira dia bisa bersembunyi di Afrika, tetapi dia tidak tahu bahwa kami memiliki sumber yang terus memberi tahu kami tentang apa yang dia lakukan," imbuh Trump, dilansir kantor berita AFP dikutip detikNews, Sabtu (16/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al-Minuki diketahui disanksi AS pada tahun 2023 karena menjalin hubungan dengan ISIS yang masih mempunyai kehadiran di beberapa bagian Afrika Barat.

"Dia tidak akan lagi meneror rakyat Afrika, atau membantu merencanakan operasi untuk menargetkan warga Amerika," kata Trump. "Dengan pembunuhannya, operasi global ISIS sangat berkurang," imbuhnya.

Trump kemudian berterima kasih kepada Pemerintah Nigeria atas "kemitraan" mereka dalam operasi itu. Namun, tidak dijabarkan bentuk serangan yang menewaskan al-Minuki, apakah dari serangan udara yang digelar AS, maupun di mana pemimpin senior ISIS tersebut dibunuh.

Pasukan Nigeria telah memerangi militansi, termasuk cabang-cabang regional organisasi ISIS serta kelompok Boko Haram. Mereka juga telah melakukan serangan dan operasi terhadap geng-geng kekerasan non-ideologis yang dikenal sebagai "bandit".

Sejak akhir tahun 2025, pemerintah Nigeria telah berada di bawah tekanan Amerika Serikat, yang menuduhnya tidak berbuat cukup untuk memerangi ancaman militan.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS telah mengumumkan penetapan al-Minuki dalam daftar "teroris global" pemerintah Amerika pada tahun 2023. Saat itu, Deplu AS menyebutnya sebagai pemimpin senior ISIS yang berbasis di Sahel dan bagian dari Direktorat Jenderal Provinsi, badan administratif kelompok tersebut yang memberikan "panduan operasional dan pendanaan di seluruh dunia."




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads