Polisi masih menyatakan masih memburu empat orang terkait kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Salah satu pelaku yang diburu merupakan penyedia safe house tempat para 6 pelaku pembunuhan menyembunyikan diri.
Diketahui, tiga orang dalam kasus ini telah ditangkap. Mereka yang ditangkap yakni LTF (18) alias Lupek warga Gondokuman, YSF (18) alias Ucup warga Mlati, Sleman. Satu lagi pelaku masih di bawah umur inisial F (17) warga Sleman yang saat kejadian menjadi joki motor.
Sementara 3 pelaku pembunuhan dan 1 orang yang berperan menyediakan safe house bari pelaku masih dikejar. Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian mengatakan telah mengantongi identitas keempat pelaku yang buron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"4 pelaku ini sudah kita kantongi semua alamat-alamatnya, alamat dan identitasnya," kata Adrian saat jumpa pers di Polresta Jogja, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, dari empat orang itu, satu di antaranya merupakan otak dari kaburnya keenam pelaku lain yakni pria inisial SR. Hal itu terungkap dari pemeriksaan tiga pelaku yang diamankan petugas.
"Karena dari keterangan 3 orang yang kita telah lakukan penangkapan, 1 orang inilah yang memberikan fasilitas untuk 3 orang itu kabur ke Cilacap," jelasnya.
"Jadi, yang mengetahui itu ada satu orang dengan inisial SR. Ini yang sedang kita buru karena ini yang sebagai penghubung," lanjutnya.
Dari pemeriksaan, terungkap juga bahwa SR yang menyiapkan rumah untuk persembunyian pelaku.
"Dan yang bersangkutan yang menyiapkan rumahnya di sana. Karena yang kenal sama orang di sana, yang memiliki rumah itu yang turut serta membantu yang menyembunyikan," katanya.
Adrian melanjutkan, meski ditangkap di lokasi berkumpul anggota geng yang mengeroyok pelajar di Pandak, Bantul, ia menyebut mereka tidak saling mengenal geng lainnya.
"Seperti yang saya sampaikan tadi, ini memang untuk ketiga pelaku yang kita tangkap di Cilacap, itu tidak mengetahui atau tidak mengenali kelompok dari di Cilacap itu," lanjutnya.
Adrian mengatakan polisi masih memburu SR yang diduga berperan penting dalam membantu pelarian para pelaku ke Cilacap. Penyidik juga masih mendalami hubungan SR dengan kelompok lain yang berada di lokasi persembunyian para pelaku.
"Mungkin nanti apabila sudah kita lakukan penangkapan, atau yang bersangkutan menyerahkan diri, sehingga kita baru bisa menggali apa hubungan dari yang bersangkutan dengan kelompok yang di Cilacap," tegasnya.
Ia menambahkan, antara pelaku dan korban bukan merupakan kelompok yang awalnya janjian untuk berseteru. Namun, saat di perjalanan rombongan korban justru bertemu dengan rombongan pelaku. Adrian juga mengonfirmasi jika korban masih pelajar.
"Geng korban ini sebenarnya bukan tantang-tantangan sama Voster sebenarnya," jelas Adrian.
"Betul. (Korban) Masih pelajar," sebutnya.
Korban Tewas Dibacok Anggota Geng
Diketahui AA ditemukan tewas dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5). Dia tewas dibacok usai papasan dengan 6 anggota geng di sekitar lokasi.
Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, menjelaskan motif pembunuhan itu didasari karena pelaku yang tergabung dalam geng Voster mendengar kabar adanya tawuran di Jalan Magelang, pada Minggu (17/5) dini hari. Para pelaku kemudian bermaksud untuk menjaga wilayahnya.
"(Motif) Pelaku dari geng Voster mendengar adanya janjian tawuran di wilayahnya, kemudian menjaga wilayahnya dengan berkeliling sekitar Jalan Magelang," katanya.
Jadilah 6 orang pelaku dengan tiga sepeda motor matik berangkat dari wilayah Gejayan hingga menyusuri Jalan Magelang. Pada melintasi di sekitar simpang tiga Borobudur Plaza, korban berpapasan dengan rombongan pelaku.
"Selanjutnya dalam perjalanan ke arah selatan, rombongan pelaku mendekati korban sambil bertanya, 'Sekolah ngendi koe?' dan dijawab oleh korban dengan kata-kata, 'Kepo'," kata Pandia.
"Kemudian rombongan pelaku kembali bertanya, 'Sekolah ngendi koe?' dan kembali dijawab oleh korban dengan kata-kata, 'Ora sekolah'," lanjutnya.
Sesampainya di bundaran depan kantor Samsat, rombongan pelaku sempat meninggalkan korban dengan berbelok arah berbeda. Namun, korban yang saat itu berhenti berteriak ke arah rombongan pelaku sambil memutar-mutarkan sabuk gesper.
"Mendengar hal tersebut dan melihat, para pelaku berbalik arah mengejar korban, kemudian korban melarikan diri ke arah timur menuju ke arah Abubakar Ali sambil berteriak, 'Voster'," jelasnya.
Korban terus berlari ke arah timur menuju wilayah Kridosono dan melihat ada dua orang laki-laki sedang mendirikan tenda. Korban dan temannya berhenti lalu turun dari sepeda motor dengan maksud untuk meminta pertolongan.
Akan tetapi rombongan pelaku yang mengejar langsung mendekat sambil menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Di momen itu, salah satu pelaku langsung turun dari sepeda motor sambil mengeluarkan satu bilah senjata tajam jenis celurit yang langsung diayunkan ke arah tubuh korban.
"(Sabetan celurit) mengenai bagian dada yang menembus di dada bagian depan sehingga terjadi pendarahan di dalam selaput jantung," ujarnya.
Para pelaku setelah membacok korban kemudian pergi melarikan diri. Mereka berpencar menuju titik kumpul di daerah Jalan Kaliurang.
(afn/apl)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja