Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan merespons soal laporan dugaan malpraktik yang merenggut nyawa seorang balita. Keterangan medis akan diberikan kepada pihak keluarga balita tersebut.
Direktur RSUD Prambanan drg. Ratih Susila, M.P.H., mengatakan sudah ada rencana untuk memberikan keterangan medis tersebut. Menurutnya dia sedang menunggu jadwal dari kuasa hukum keluarga balita.
"Jadi, saat ini RSUD Prambanan itu sedang merencanakan untuk jadwal kami memberikan keterangan medis kepada pihak keluarga dan kuasa hukumnya. Dan ini kami sedang menunggu jadwal dari kuasa hukum pihak keluarga," ujar Ratih saat diminta kornfirmasi, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut pihak rumah sakit sedang melakukan audit medis sesuai dengan prosedur. Meski demikian hasilnya belum bisa disampaikan.
"Untuk kronologisnya nanti kami akan mengundang untuk jumpa pers. Jadi, nanti saya beserta tim akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, seperti itu," ujarnya.
Sementara itu terkait dirinya yang ikut dilaporkan ke polisi, Ratih mengaku belum mengetahui.
"Ini belum tahu persis laporannya seperti apa karena belum sampai kepada kami," ujarnya.
Untuk diketahui, balita berusia tiga tahun yang meninggal itu bernama Naura Dwi Medita Putri (3). Ibunya, Anastacia Niken Purwandari (36) warga Bantul, melaporkan penanggung jawab RSUD Prambanan dan seorang dokter ke Polda DIY atas dugaan malpraktik. Dalam kasus itu anak kandung Anastacia meninggal dunia seusai menjalani CT scan.
"Ini melanjutkan dari pemeriksaan awal terkait dengan laporan polisi tersebut terkait dengan dugaan kelalaian medis sesuai diatur dalam Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen," kata salah satu tim kuasa hukum korban, Purnomo Susanto ditemui wartawan di Polda DIY, Selasa (2/6/2026).
Peristiwa ini bermula ketika pemeriksaan rutin di Posyandu yang mencatat lingkar kepala korban yang dinilai kurang untuk anak usianya. Selanjutnya Naura mendapat rujukan berjenjang, mulai dari posyandu, klinik, hingga RSUD Prambanan.
"Jadi setiap bulannya kan selalu periksa ke posyandu dan ada lingkar kepala dari si anak Naura ini pada saat itu di angka 46 cm yang menurut kader posyandu ini menjadi perhatian dan kemudian diberikan rujukan. Rujukannya dari posyandu terus kemudian ke klinik, klinik terus kemudian ke RSUD Prambanan," jelasnya.
Naura menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Prambanan pada 27 April 2026 pagi. Dalam diagnosa dokter, korban menderita mikrosefali. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan CT Scan. Sebelum proses CT Scan, pihak rumah sakit melakukan tindakan sedasi untuk menenangkan korban.
"Tindakan sedasi itu berupa penyuntikan tiga kali," ujarnya.
Setelah proses CT scan, korban sempat mengalami kejang hingga muntah darah. Petugas medis kemudian segera memindahkan korban ke ICU. Namun nyawa korban tetap tidak tertolong.
"Namun setelah diberikan tindakan sedasi sampai proses CT scan itu anak ini tidak tersadarkan diri hingga dibawa ke ruang ICU dan kemudian pada tanggal 28 April 2026 pukul 02.20 WIB, anak ini meninggal dunia," lanjutnya.
"Muntah darah, henti napas. Lebam mata. Iya, sampai di ICU itu dia sampai ada lebam di bawah mata. Sama sempat kejang juga dia beberapa kali gitu," lanjutnya.
Oleh karena itu, kliennya melaporkan dugaan malpraktik saat proses pemberian obat penenang atau tindakan sedasi.
"Kalau bentuk dugaan malpraktik itu sesuai keterangan yang diberikan klien kami, jadi saat pemberian sedasi, tindakan sedasi itu," katanya.
"Apakah kemudian dugaan malpraktik atau ada kelalaian atau tidak, itu nanti biar kami sepenuhnya menyerahkan kepada kepolisian," lanjutnya.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan membenarkan adanya laporan tersebut. Penanganan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda DIY.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan ya dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus terkait kasus ini. Masih dalam penyelidikan ya, LP-nya sudah ada, tapi saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Ihsan, saat ditemui wartawan di Mapolda DIY.
(alg/ahr)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja