Kasus dugaan malpraktik yang menewaskan bocah Naura (3) di RSUD Prambanan masih terus diusut. Dokter yang menangani Naura bakal diperiksa polisi.
Hal ini disampaikan Direktur RSUD Prambanan drg Ratih Susila. Ratih mengatakan pekan ini sudah ada pemanggilan polisi.
"Minggu ini dokter dipanggil ke Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan. Hari ini sedang berproses dilakukan pemeriksaan di Polda DIY," ujar Ratih kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pihak rumah sakit mengaku sudah melakukan audit internal terkait tudingan malpraktik terhadap bocah Naura. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kelalaian medis saat menangani Naura yang meninggal usai CT Scan itu.
"Perkembangan saat ini dokter sudah diaudit medis internal dan eksternal dengan hasil dinyatakan tidak ada kelalaian medis," kata dia.
Pihak rumah sakit juga mempersilakan keluarga pasien dan kuasa hukumnya untuk datang membahas rekam medis Naura. Sementara ini, pihak RSUD Prambanan mengaku sudah dua kali mengundang keluarga pasien namun berhalangan.
"RS sangat terbuka bila keluarga datang dan meminta penjelasan kepada dokter yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien," ujar Ratih.
Sebagai informasi, kasus ini dilayangkan ibu pasien, Anastacia Niken Purwandari (36) warga Bantul ke Polda DIY pada 17 Mei 2026. Laporan itu tercatat dengan nomor laporan LP/B/319/V/2026/SPKT/Polda DIY.
Kasus ini berawal saat Naura dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan CT Scan. Sebab, lingkar kepala korban dianggap kurang untuk anak seusianya.
Sebelum proses CT Scan, pihak rumah sakit melakukan tindakan sedasi untuk menenangkan korban. Dari informasi yang diterima, korban menerima tiga kali suntikan sedasi kemudian dilanjutkan CT scan.
Setelah proses CT scan, korban mengalami kejang hingga muntah darah. Petugas medis kemudian segera memindahkan korban ke ICU. Namun nyawa korban tetap tidak tertolong.
Sementara itu, pekan lalu Polda DIY telah meminta lima keterangan saksi. "Sejauh ini, Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap 5 orang, yaitu orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas," terang Verena saat dihubungi, Jumat (5/6).
(ams/apl)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja