Alasan Keluarga Naura Tak Hadir Saat Diundang Pihak RSUD Prambanan

Alasan Keluarga Naura Tak Hadir Saat Diundang Pihak RSUD Prambanan

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 11 Jun 2026 19:41 WIB
Anastacia Niken, ibu balita yang meninggal diduga korban malpraktik di RSUD Prambanan. Foto diambil saat Niken melapor ke Polda DIY, Selasa (2/6/2026).
Anastacia Niken, ibu balita yang meninggal diduga korban malpraktik di RSUD Prambanan. Foto diambil saat Niken melapor ke Polda DIY, Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. detikJogja
Sleman -

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan mengklaim sudah dua kali mengirim undangan untuk bertemu keluarga pasien Naura, bocah 3 tahun yang meninggal usai CT Scan. Namun dua pertemuan itu urung terlaksana karena pihak keluarga tidak bisa hadir.

Terkait hal tersebut, kuasa hukum keluarga pasien, Purnomo Susanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dua kali undangan dari rumah sakit. Namun, ia menilai waktu yang diberikan untuk menghadiri undangan itu terlalu singkat.

"Memang ada dari pihak Kabag Hukum Pemkab Sleman menyampaikan ke kami pihak rumah sakit mau memberikan penjelasan. Ada dua undangan yang dikirimkan ke kami tapi undangannya itu selalu mepet waktu semua," kata Purnomo saat dihubungi wartawan, Kamis (11/6/2026).

Purnomo bilang, undangan pertama dari Direktur RSUD Prambanan dikirim pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 bertempat di Aula Bima RSUD Prambanan. Pada undangan pertama itu, pihaknya sudah menjawab ketidakhadiran tersebut melalui surat tertulis yang dikirim melalui pesan WA ke humas rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Undangan kedua, diterima tanggal 1 Juni 2026 sekira Pukul 11.39 WIB. Dalam undangan kedua itu, agendanya yakni penjelasan keluarga yang akan disampaikan oleh dokter penanggungjawab pada Senin 1 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.

"Bahwa atas undangan yang kedua tersebut kami telah menyampaikan tidak bisa hadir melalui klien kami ke bagian Humas RSUD Prambanan," ujarnya.

Atas undangan yang terlalu mendadak dan dengan waktu mepet tersebut, dia merasa seperti dipermainkan oleh pihak rumah sakit.

"Bahwa kami menilai seolah-olah keluarga korban hanya dipermainkan, diperlakukan tidak etis pada tanggal 16 Mei 2026 tanpa penjelasan ketika putrinya meninggal dan diundang sewaktu-waktu sesuai keinginan Direktur RSUD Prambanan. Di undangan yang kedua, undangan dikirimkan jam 11.39 WIB dan pertemuannya jam 15.00 WIB, bukankah RSUD harusnya melayani bukan dilayani," katanya.

Sampai saat ini, dia mengaku belum menerima undangan dari RSUD Prambanan. Namun, dari rumah sakit mengajukan permintaan agar keluarga pasien bisa menyediakan waktu kepada rumah sakit agar bisa memberikan penjelasan medis. Purnomo bilang, permintaan tersebut saat ini masih dalam pembahasan dengan pihak keluarga.

"Ya kalau undangan yang setelah undangan kedua ini sampai hari ini belum ada. Jadi memang ada permintaan waktu ke kami supaya mereka ini bisa menjelaskan, itu disampaikan sama Kabag Hukum Setda Sleman. Nah ini kita lagi diskusikan soal itu dengan pihak keluarga kapan waktunya," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan mengklaim sudah mengajak bertemu keluarga pasien bocah 3 tahun yang meninggal usai CT Scan. Pertemuan itu untuk memberikan penjelasan medis serta memberikan salinan rekam medis.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Prambanan drg Ratih Susila saat dihubungi wartawan. Mengenai permintaan keluarga pasien yang belum bisa mengakses rekam medis, Ratih menjelaskan bahwa rumah sakit sudah mengundang keluarga pasien dan kuasa hukumnya.

"Kami sudah mengundang pihak keluarga dan kuasa hukum sebanyak 2 kali untuk kami memberikan penjelasan medis dan tentu pihak keluarga dapat mengambil salinan rekam medis. Namun pihak keluarga menyatakan belum dapat hadir ke RS," kata Ratih saat dihubungi wartawan, Rabu (10/6).

Dia menegaskan bahwa rumah sakit akan bersikap terbuka memberikan penjelasan medis. Apabila keluarga pasien datang dan meminta penjelasan.

"RS sangat terbuka bila keluarga datang dan meminta penjelasan kepada dokter yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien," ujar dia.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads