Harga BBM Nonsubsidi Naik, Sultan HB X Imbau Warga Jangan Boros

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Sultan HB X Imbau Warga Jangan Boros

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 11:48 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut mengomentari naiknya harga BBM nonsubsidi mulai pekan lalu. Sultan mengimbau masyarakat tidak hidup boros karena yang naik harga kebutuhan, bukan penghasilan.

"Ya kalau saya, kalau saya ya, ya kita ini jangan hidup boros. Kondisi memang, penghasilannya tetap, ya mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan di luar kemampuan," terang Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (15/6/2026).

"Karena untuk hidup boros itu akhirnya beli yang nggak perlu, punya aset yang sebetulnya nggak perlu, untuk apa?" sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya bagi masyarakat, imbauan Sultan ini turut dilakukan Pemerintah Provinsi DIY. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, mengatakan Pemda DIY harus memutar otak menyiasati anggaran terkait operasional kendaraan dinas.

ADVERTISEMENT

Made bilang, efisiensi penggunaan kendaraan dinas sebenarnya sudah dilakukan mulai terbitnya imbauan pemerintah pusat untuk efisiensi berkaitan dengan pemakaian energi.

"Makanya kami kan juga ada car free day. Di samping itu sebenarnya desain anggaran kita tuh sudah sangat-sangat minimalis," terang Made.

"Tidak ada (perubahan anggaran imbas naiknya BBM), karena memang perubahan bagaimana, kan kalau berubah pun anggarannya nggak ada, kan gitu. Jadi ya harus kita optimalkan yang ada aja, cuma kita mengatur cara penggunaannya, pemanfaatan kendaraan dinas itu sendiri," imbuhnya.

Made mengaku kesulitan mengatur anggaran untuk operasional kendaraan dinas ini. Pasalnya, kendaraan dinas menggunakan BBM nonsubsidi yang harganya naik pekan lalu.

"Sebenarnya juga kami agak kesulitan juga khususnya bagi kendaraan operasional yang menggunakan, kemarin itu yang ada kenaikan, yang Dex ya, karena ini ya juga agak kesulitan. Jadi kita sekarang ya memilih mana yang perlu sangat kita jaga agar tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat," terangnya.

"Kalau misalnya ada kunjungan-kunjungan ya tidak usah satu orang satu mobil. Misalnya kalau kunjungan dewan atau segala macam, ya kita akan memilah. Jadi tidak usah rombongan yang banyak, yang urgent-urgent aja lah. Kalau perlu lewat Zoom ya Zoom, yang perlu koordinasi yang tidak harus datang. Itu aja yang kita lakukan," pungkasnya.

Diberitakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green mendadak naik per 10 Juni 2026. Harga Pertamax kini telah mencapai Rp 16.250/liter atau naik nyaris Rp 4.000 dibandingkan banderol sebelumnya yang hanya Rp 12.300/liter. Sementara Pertamax Green sekarang dilego Rp 17.000/liter dari yang sebelumnya hanya Rp 12.900/liter.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga yang tiba-tiba tersebut. Menurut mereka, keputusan itu diambil setelah proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, melalui rilis resminya, Rabu (10/6), dikutip dari detikOto.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads