Sultan HB X soal Marak Demo Kritik Pemerintah: Yang Penting Tertib, Silakan

Sultan HB X soal Marak Demo Kritik Pemerintah: Yang Penting Tertib, Silakan

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 10:57 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut mengomentari maraknya aksi massa mengkritik pemerintah yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah, termasuk di Jogja. Sultan menegaskan jika aksi demonstrasi adalah hak demokrasi warga negara Indonesia.

Meski begitu, kata Sultan, aksi demonstrasi di tempat umum seharusnya tidak diiringi aksi perusakan fasilitas umum.

"Loh, ini kan demonstrasi (warga negara Indonesia) kan punya hak. Asal memberitahu ke kepolisian, lakukan saja. Yang penting jangan merugikan publik, jangan merusak, tertib, silakan saja," terang Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan, sejumlah aksi massa muncul sejak Jumat (12/6) di sejumlah kota, seperti Jakarta, Semarang, dan Jogja. Aksi demonstrasi ini mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah, mulai MBG, Kopdes Merah Putih, dan teranyar soal naiknya harga BBM nonsubsidi.

ADVERTISEMENT

Di Jogja sendiri, aksi demonstrasi digelar pada Sabtu (13/6). Ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksinya di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Mereka membawa 10 tuntutan dalam aksi itu.

Pantauan detikJogja, massa berpakaian serba hitam memadati area simpang. Mereka membentangkan spanduk-poster berbagai ukuran serta menempatkan satu mobil pikap sebagai mimbar orasi.

Massa yang hadir tidak cuma dari kalangan mahasiswa saja, namun terdiri dari beberapa kalangan seperti akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Perwakilan dari berbagai kalangan itu silih berganti berorasi meneriakan tuntutan-tuntutan mereka. Beberapa juga membacakan puisi-puisi bernada perlawanan.

"Kami meminta pada kesepatan ini Presiden Prabowo dan Wakil Presiden masih waras dan pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," pekik Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Prof Masduki dalam orasinya, Sabtu (13/6).

Akibat aksi massa ini, arus lalu lintas menuju simpang Gejayan baik dari utara, barat, maupun selatan ditutup total. Polisi mengalihkan arus kendaraan ke jalan jalan alternatif.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads