Kecoa Binatang Terbersih di Dunia Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya!

Kecoa Binatang Terbersih di Dunia Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Sabtu, 20 Jun 2026 12:23 WIB
Ilustrasi Kecoa
Ilustrasi Kecoa (Foto: Picas Joe/Pexels)
Jogja -

Kecoa adalah hama rumahan yang dibenci. Banyak orang takut karena kecoa dianggap sebagai serangga kotor yang mampu menularkan penyakit.

Belum lagi, gerakannya yang cepat dan tiba-tiba kerap mengagetkan. Apa lagi, ketika kecoa membuka sayap dan mendadak terbang ke arahmu! Semua alasan itu membuat image kecoa jelek di mata manusia.

Menariknya, meski secara umum dipandang kotor, ada yang berkeyakinan bahwa kecoa adalah binatang terbersih di dunia. Apakah benar begitu? Atau sebatas mitos saja?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Kecoa Binatang Terbersih di Dunia?

Dilansir Australia Broadcasting Corporation (ABC), pada dasarnya, kecoa memang bukan binatang yang kotor. Namun, jika tinggal di lingkungan yang tidak bersih, maka kecoa bisa membawa dan menyebarkan kuman di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Jadi, anggapan kecoa sebagai binatang terbersih di dunia tidak sepenuhnya salah. Lebih-lebih, seperti dijelaskan di Top Dog Pest Control, eksoskeleton kecoa secara alami dirancang untuk mencegah kotoran dan debu masuk.

Serangga berwarna cokelat kehitaman ini memiliki semacam rambut kecil yang menutupi permukaan tubuhnya. Rambut bernama setae itu bekerja menyapu debu dan partikel sehingga rangka luar alias eksoskeleton kecoa relatif bersih.

Laman Science juga melaporkan kebiasaan kecoa yang 'rajin' membersihkan diri. Bila detikers perhatian, kecoa kerap kali menarik antenanya ke mulut, lalu membersihkannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan lilin yang dapat menyumbat pori-pori kecil penyebab bau.

Selagi 'merawat' diri, terkhusus antenanya, kecoa juga sekaligus menghilangkan debu maupun bahan kimia lain yang menempel. Kebiasaan ini membuat mereka relatif bersih.

Jadi, benar tidaknya kecoa sebagai binatang terbersih di dunia tak dapat dijawab hitam atas putih. Yang jelas, pada dasarnya kecoa tidak kotor dan mereka merawat diri. Namun, bila hidup di lingkungan yang kotor, bukan tidak mungkin tubuhnya ikut terkontaminasi.

Penyakit Apa yang Dibawa Kecoa?

Berdasarkan penjelasan dari Healthline, sejatinya hanya sedikit bukti yang menyebut kecoa memiliki keterkaitan dengan penyakit tertentu. Berbeda halnya dengan nyamuk dengan malaria atau tikus dengan leptospirosis.

Namun, bukan berarti kecoa tidak menimbulkan masalah. Catatan United States Environmental Protection Agency menyebut kecoa berpotensi membawa bakteri. Pada gilirannya, bakteri tersebut dapat menyebabkan salmonella, staphylococcus, maupun streptococcus.

Laman WebMD bahkan secara spesifik menyebut kecoa bertanggung jawab menyebarkan 33 jenis bakteri, 6 tipe cacing parasit, dan 7 patogen. Beberapa penyakit yang mungkin disebarkan serangga satu ini adalah:

  • Diare
  • Kolera
  • Leprosi
  • Disentri

Kecoa Bisa Menggigit atau Tidak?

Pertanyaan lain seputar kecoa yang kerap kali diperbincangkan adalah kemampuannya menggigit. Bisakah kecoa melakukannya?

Menurut informasi dari Health, kecoa pada umumnya tidak menggigit. Bahkan, mereka lebih memilih menjauhi manusia di sekitarnya. Meski begitu, kemungkinan kecoa 'menyerang' tetaplah ada.

Lebih lanjut, Smithsonian Magazine melaporkan bahwa kekuatan gigitan kecoa cukup ampuh. Dibandingkan dengan berat badannya, gigitan kecoa rata-rata lima kali lebih kuat ketimbang manusia.

Memangnya, kecoa punya gigi? Tidak. Kecoa memiliki mulut pengunyah dengan mandibula, semacam rahang keras dan kuat. Mandibula inilah yang dipakai untuk menggigit, memotong, maupun menghancurkan.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai benar tidaknya kecoa sebagai binatang terbersih di dunia. Semoga menjawab rasa penasaranmu, ya, detikers!




(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads