Sentra jasa reparasi elektronik di Jalan Pembela Tanah Air, Tegalrejo, Kota Jogja, tak hanya menerima perbaikan peralatan rumah tangga kecil seperti kipas angin atau magic com, namun juga mesin conveyor untuk industri produksi bakpia.
Salah satu penyedia jasa reparasi, Cahyono Eko (40), menerangkan sebelum terkenal sebagai sentra reparasi alat elektronik, lokasi reparasi tempatnya mangkal dulu menerima reparasi spull dinamo. Namun seiring berjalannya waktu, para pelapak menerima reparasi alat elektronik dengan penggerak dinamo.
"Dulu awalnya lebih di spull dinamo, kayak spull dinamo pompa air, peralatan rumah tangga kayak blender kipas angin itu kan pakai dinamo semua," jelas Eko saat ditemui di lapaknya, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya segala peralatan rumah tangga, elektronik yang ada dinamonya itu bisa dibenerin di sini," sambunnya.
Namun kini, kata Eko, tren di masyarakat untuk mereparasi peralatan rumah tangganya agak sedikit bergeser. Sebab, banyak merek-merek elektronik yang kini mengeluarkan produk dengan harga miring.
"Sekarang malah (reparasi) yang untuk peralatan rumah tangga agak berkurang karena memang harganya lebih murah. Kalau (peralatan) yang kecil-kecil tanya rusaknya apa, ternyata spare part-nya mahal, mereka pilih beli baru, banyak yang gitu udah biasa normal," paparnya.
"Misalnya kayak blender kipas angin itu dulu harganya mesti di atas Rp 300 ribu ya, sekarang ada Rp 100 ribuan, otomatis pada suka yang itu daripada yang mahal terus rusak dibenerin," imbuh Eko.
Meski tak membeberkan besaran omzetnya, Eko bilang, penghasilannya kini tertopang dari jasa reparasi alat-alat seperti pompa air hingga mesin besar dengan dinamo sebagai penggerak utama.
"Kalau pompa masih, yang masih penghasilan itu pompa, blender besar, sama dinamo penggerak. Jasa servis kalau yang ringan-ringan antara Rp 25-30 ribu sampai Rp 50 ribu. Kalau yang berat berat Rp 100-150 ribu maksimal," ungkapnya.
Untuk itu, kata Eko, kini banyak yang datang ke lapaknya untuk mereparasi mesin-mesin yang tergolong besar. Salah satunya datang dari tempat produksi bakpia yang belakangan juga mengalami perkembangan teknologi. Sentra bakpia kini juga melibatkan mesin dalam produksinya.
"Tapi sekarang berkembang ya, banyak pemakaiannya untuk penggerak juga, misalnya kayak usaha bakpia itu banyak yang ke sini juga. Mereka kan sekarang sudah otomatis ya pabrik bakpia, yang untuk penggerak conveyornya itu kan dia pakai dinamo juga," paparnya.
Berkurangnya minat masyarakat mereparasi peralatan rumah tangganya juga dirasakan penyedia jasa reparasi lainnya, Ratno (64). Menurutnya, alat elektronik dewasa ini memang menjadi semakin murah.
Namun menurutnya harga yang murah ini tidak menjamin kualitas. Sepengalaman Ratno yang sudah sejak era 1990-an terjun di dunia reparasi, kualitas peralatan dulu lebih baik dibanding yang sekarang.
"Bagus dulu, sekarang ya gimana ya, kualitasnya beda dibanding dulu, ya lebih bagus (yang dulu). Sekarang dari Indonesia sudah banyak yang niru-niru jadi kualitasnya itu kurang," pungkasnya.
(aku/ams)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil