Proyek pembangunan Tol Jogja-Solo paket 2.1 ruas Purwomartani-Maguwoharjo terus dikebut. Hingga April 2026, progres fisik konstruksi tercatat telah mencapai 35 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang.
General Superintendent PT Daya Mulia Turangga (DMT) Dwi Yulianto mengatakan pekerjaan konstruksi sudah berjalan di hampir seluruh area yang lahannya telah dibebaskan. Dari total panjang sekitar 3,7 kilometer, sebagian besar pekerjaan kini difokuskan pada pembangunan struktur utama.
"Jadi dari 3,7 kilo itu hampir semua area sudah kita lakukan pelaksanaan pekerjaan, tentunya area-area yang saat ini sudah bebas lahannya," kata Dwi kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pembebasan lahan untuk proyek ini saat ini baru mencapai sekitar 68 persen, di luar penetapan lokasi (penlok) baru. Karena itu, pekerjaan konstruksi dilakukan paralel mengikuti progres pembebasan lahan.
"Bebasnya itu kira-kira 68 persen, di luar penlok yang baru. Jadi kita menyesuaikan dengan lahan yang sudah siap," ujarnya.
Untuk konstruksinya sendiri, Dwi menyebut ruas ini hampir seluruhnya berbentuk jalan layang (elevated). Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi wilayah, termasuk melintasi kawasan Selokan Mataram yang merupakan cagar budaya.
"Mayoritas elevated, hampir 100 persen. Di awal sekitar 1,4 kilometer itu melintas di atas Selokan Mataram, jadi kita hindari pekerjaan langsung di area tersebut," jelasnya.
Saat ini, pembangunan pilar penyangga tol juga sudah berjalan dengan jumlah puluhan titik. Secara keseluruhan, diperkirakan ada sekitar 60 titik pilar yang akan dibangun di ruas tersebut.
"Ada puluhan yang sudah terbangun, totalnya kira-kira 60 titik," ungkapnya.
Di sisi lain, pekerjaan konstruksi kini mulai bergerak ke kawasan Ring Road yang menjadi jalur lalu lintas aktif. Dwi menyebut alat berat sudah mulai masuk untuk pekerjaan pondasi di sisi selatan Ring Road.
"Saat ini sudah mulai di sisi selatan Ring Road, ada alat pengeboran untuk pondasi jembatan. Untuk di tengah Ring Road kemungkinan 1-2 bulan ke depan mulai," katanya.
Terkait akses keluar masuk tol, on-ramp dan off-ramp direncanakan berada di sekitar kawasan Maguwoharjo, tepatnya di dekat Hotel Aveon. On-ramp berada di sisi utara Ring Road, sedangkan off-ramp di sisi selatan.
"On-ramp di utara, off-ramp di selatan, posisinya di sekitar sebelum dan seberang Aveon," ujarnya.
Dwi menambahkan, pihaknya menargetkan pembangunan paket 2.1 ini dapat rampung pada Desember 2026. Namun target tersebut juga bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan.
"Kami targetkan akhir tahun ini, Desember 2026, dengan catatan pembebasan lahannya juga sesuai target," jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di kawasan Ring Road, untuk lebih berhati-hati karena akan ada perubahan kondisi lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
"Nanti akan ada penyempitan jalan karena pekerjaan konstruksi. Kami sudah pasang rambu-rambu, jadi mohon pengguna jalan lebih hati-hati," pungkasnya.
(aku/apl)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf