Dolar AS Tembus Rp 17.500, Purbaya: Bisa Kita Betulin

Nasional

Dolar AS Tembus Rp 17.500, Purbaya: Bisa Kita Betulin

Anisa Indraini - detikJogja
Rabu, 13 Mei 2026 19:42 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Juda Agung serta pimpinan Kemenkeu  memberikan  paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu Jakarta, Selasa  (5/5/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ari Saputra/detikfoto
Jogja -

Pelemahan nilai tukar rupiah telah menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS. Merespons itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Dilansir detikFinance, Purbaya menegaskan bahwa kelemahan rupiah ini akan diperbaiki sehingga tidak akan merosot tajam seperti tahun 1998 silam.

"(Masyarakat) nggak perlu panik karena pondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin. Kita nggak akan sejelek seperti 98 lagi, nggak akan jelek malah," kata Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan akan membantu Bank Indonesia (BI) untuk mencari langkah yang tepat guna memperkuat nilai tukar rupiah.

"Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut," ujar dia.

Purbaya menjelaskan, upayanya membantu stabilitas nilai tukar rupiah yakni dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga atau bond market. Jika bond market stabil, maka investor tidak akan ramai-ramai kabur untuk menjual.

"Kalau bond market stabil, orang itu nggak jual, mereka nggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Itu hitungan saya, apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, biasanya mereka suka, itu yang keluar-keluar akan masuk ke situ. Kita akan jaga stabilitas di bond market, membantu bank sentral. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan bank sentral juga," jelasnya.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads