Pemerintah terus melakukan pembaruan data penerima bantuan sosial melalui DTSEN 2026 agar penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apakah data mereka sudah terdaftar dan sesuai dengan yang terbaru.
Pengecekan data DTSEN dapat dilakukan menggunakan NIK sebagai langkah penting untuk memastikan status kepesertaan bansos. Melalui proses ini, masyarakat juga bisa mengetahui kategori desil yang digunakan pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bantuan.
Berikut pembahasan lengkap mengenai cara cek detail data DTSEN 2026 dengan NIK untuk melihat desil bansos secara mudah dan praktis. Yuk, simak tahapannya dengan baik agar tidak salah langkah!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu DTSEN?
Dalam laman resminya dijelaskan bahwa Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN merupakan basis data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mendukung keterpaduan program pembangunan nasional. Sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, pengelolaan data tunggal sosial dan ekonomi nasional dilakukan secara terintegrasi dan akurat guna mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam Instruksi Presiden tersebut dijelaskan bahwa DTSEN menjadi dasar kebijakan, perencanaan, hingga evaluasi pembangunan yang efektif. Data ini juga digunakan untuk mendukung sinergi antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Sementar itu, mengacu dari unggahan Instagram @pusdatinkesos, DTSEN merupakan basis data tunggal individu dan atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dipadankan dengan data kependudukan. DTSEN dibangun dari tiga sumber data utama, yakni DTKS, P3KE, dan Regsosek yang kemudian dipadankan dengan data kependudukan serta catatan sipil Kementerian Dalam Negeri
Desil dalam DTSEN
Dalam DTSEN terdapat tingkat kesejahteraan yang disebut dengan desil. Mengacu dari penjelasan @pusdatinkesos, desil merupakan pembagian data menjadi sepuluh kelompok sama besar berdasarkan urutan tertentu. Desil dalam DTSEN yang diurutkan ialah tingkat kesejahteraan masyarakat.
Penentuan desil dihitung dari berbagai data sosial ekonomi, seperti kondisi rumah, daya listrik, pekerjaan, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan informasi lainnya. Tingkat desil tidak ditentukan hanya dari tampilan rumah, kendaraan di teras, maupun penampilan seseorang. Desil dikelompokkan dari 10% tingkat kesejahteraan paling rendah hingga 10% tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Mengacu dari penjelasan Desa Tepus di laman resminya, berikut pembagian desil dalam DTSEN.
- Desil 1: Sangat miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Pas-pasan
- Desil 6-10: Menengah ke atas
Desil sebagai Kriteria Penerima Bansos
Mengacu dari unggahan Instagram @pusdatinkesos, penentuan penerima manfaat bantuan sosial kini didasarkan pada DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Dalam sistem tersebut, seluruh penduduk Indonesia telah diperingkatkan berdasarkan tingkat kesejahteraan mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Pada DTSEN, desil 1 merupakan kelompok 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Setelah itu terdapat desil 2 yang berada sedikit di atasnya, dan terus berlanjut hingga desil 10 yang menjadi kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Oleh karena itu, penyaluran bantuan sosial diprioritaskan kepada masyarakat yang berada pada urutan desil terbawah. Disebutkan, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 sampai desil 4.
Sementara itu, penerima bansos sembako serta bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional diprioritaskan untuk masyarakat yang berada pada desil 1 sampai desil 5.
Cara Cek Detail Data DTSEN 2026
Pengecekan detail data DTSEN 2026 dapat dilakukan dengan mudah hanya menggunakan NIK yang terdaftar pada KTP. Proses ini membantu masyarakat mengetahui status data bansos sekaligus melihat kategori desil kesejahteraan yang dimiliki.
Dengan mengetahui informasi tersebut, masyarakat bisa memastikan apakah sudah masuk dalam basis data penerima bantuan sosial pemerintah. Berikut langkah-langkah cara cek detail data DTSEN 2026 dengan NIK secara online dan praktis.
A. Cara Cek Detail Data DTSEN 2026 lewat Website Kemensos
Pengecekan data DTSEN bisa dilakukan melalui laman resmi Kemensos tanpa harus membuat akun terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya.
1. Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
2. Masukkan 16 digit NIK sesuai yang ada di KTP.
3. Masukkan kode captcha berupa empat huruf kode yang tampil di layar.
4. Jika huruf kode kurang jelas, bisa lakukan refresh atau penyegaran.
5. Klik tombol "Cari Data"
6. Sistem akan menampilkan informasi detail data DTSEN termasuk desil keluarga yang dimiliki.
B. Cara Cek Detail Data DTSEN 2026 lewat Aplikasi Cek Bansos
Kemensos menyediakan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa melihat data desil DTSEN 2026. Berikut tahapan pengecekannya.
1. Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di ponsel.
2. Setelah aplikasi terpasang, buka aplikasi dan lakukan pendaftaran akun terlebih dahulu apabila belum memiliki akun.
3. Lengkapi data yang diminta seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat, email, dan nomor telepon.
4. Unggah foto KTP serta swafoto sambil memegang KTP.
5. Periksa kembali seluruh data agar sesuai dengan data yang dimiliki.
6. Setelah itu pilih menu pendaftaran akun dan tunggu proses verifikasi.
7. Jika akun sudah aktif, masuk menggunakan username dan password yang sudah didaftarkan.
9. Buka menu "Profil" untuk melihat data keluarga yang terdaftar dalam DTSEN.
10. Pada menu tersebut, detail data DTSEN berupa kelompok desil akan muncul sehingga menunjukkan posisi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan pendataan pemerintah.
Itu dia penjelasan terkait cara cek detail data DTSEN 2026 dengan NIK untuk melihat desil bansos yang bisa didaftarkan. Semoga membantu, ya!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(sto/ams)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja