Eko Suwanto Alokasikan Rp 100 Juta Per Kelurahan buat Atasi Stunting di Jogja

Eko Suwanto Alokasikan Rp 100 Juta Per Kelurahan buat Atasi Stunting di Jogja

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJogja
Rabu, 10 Des 2025 16:19 WIB
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saaat dialog bersama PKK, TPK, dan LPMK di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Rabu (10/12/2025).
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saaat dialog bersama PKK, TPK, dan LPMK di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Rabu (10/12/2025). Foto: dok. Eko Suwanto
Jogja -

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk setiap kelurahan di Kota Jogja untuk penanganan stunting atau tengkes. Anggaran tersebut rencananya bakal disalurkan pada 2026.

Sesuai hasil pembahasan Rancangan APBD 2026, Eko menjelaskan setiap kelurahan di Kota Jogja dipastikan mendapat anggaran Rp 100 juta tersebut.

"Bismillah tahun 2026, kita alokasikan anggaran 100 juta rupiah bagi setiap kelurahan di Kota Yogyakarta, totalnya 4,5 miliar rupiah. Anggaran ini 100 persen untuk mengatasi stunting. Bisa dengan memberikan makanan sehat bagi balita, ibu hamil dan calon pengantin yang memerlukan perhatian," jelas Eko dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Rabu (10/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dialog bersama PKK, TPK, dan LPMK di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Eko turut mengingatkan masyarakat agar keluarga wajib peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Dia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan rumah dan melindungi anak dari paparan asap rokok.

ADVERTISEMENT

"Penting pastikan tiap keluarga peduli tumbuh kembang anak. Perlu juga dijalankan penguatan Bank Sampah sebagai upaya vital untuk menjaga lingkungan tetap higienis dan sehat. Mengatasi stunting tidak cukup dengan makanan dan minuman, harus didukung infrastruktur yang baik bagi lingkungan," jelasnya.

Demi kenyamanan dan kesehatan anak, Eko mendorong program tersebut dapat didukung dengan perbaikan pelayanan publik seperti ketersediaan ruang terbuka hijau, air bersih, dan kualitas udara.

"Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk aktif memantau distribusi bantuan. Ke depan, kita dorong adanya partisipasi masyarakat dengan gotong royong," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Tegalpanggung, Ikhwan, mengaku akan mengajak warga agar peduli terhadap percepatan penurunan stunting.

"Alokasi dana percepatan penurunan stunting bermanfaat sekali. Kami berharap bisa penuhi gizi penerima manfaat. Kita upayakan juga penyediaan lele juga telur dipenuhi dari usaha warga sendiri, dikelola oleh warga lewat Koperasi Merah Putih, misalnya," kata Ikhwan.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Agus Riyanto dan Kepala Puskesmas Danurejan Dewi Widyawati juga menyampaikan paparan ke kader PKK, penerima PMT Dana Keistimewaan, tim pendamping keluarga, dan LPMK di Tegalpanggung. Dewi memaparkan tentang pentingnya balita diperiksa ke posyandu guna memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka.

"Program percepatan penanganan stunting jadi fokus perhatian, kalau ada balita gizi kurang memang perlu intervensi pemenuhan gizinya, termasuk untuk ibu hamil juga calon pengantin. Soal hidup sehat, jangan lupa ada bahaya bakteri e-coli kalau gunakan air sumur di Yogyakarta untuk minum. Masak air dengan benar agar tidak terkena infeksi penyakit diare yang bisa sebabkan kasus berulang balita kena penyakit, mari peduli keseharian balita kita," papar Dewi.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads