UNY Buka-bukaan Data Penerimaan Maba Usai Seleksi Masuk PTN Disorot

UNY Buka-bukaan Data Penerimaan Maba Usai Seleksi Masuk PTN Disorot

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 12 Jun 2026 09:39 WIB
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Foto: Dok Laman UNY
Jogja -

Sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) menilai sistem seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi faktor penurunan mahasiswa mereka. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menilai hal itu tidak tepat.

"Kalau kami mengikuti peraturan saja. Kalau pemerintah menentukan, yang PTN non-PTNBH maksimal 30 persen untuk Seleksi Mandiri. Nah kalau PTNBH diberi kewenangan maksimal 50 persen. Selama pemerintah masih menggunakan aturan itu, kita taat aturan," kata Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, saat dihubungi detikJogja, Jumat (12/6/2026).

"Kalau nanti misalnya disuruh mengurangi atau menambah, ya kita siap mengikuti aturan pemerintah saja," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Nur Hidayanto menilai tidak tepat jika PTN dianggap sebagai penyebab berkurangnya jumlah mahasiswa yang masuk ke PTS. Sebab, jumlah calon mahasiswa yang tidak tertampung di PTN justru jauh lebih besar dibanding yang diterima.

Ia mengungkapkan animo pendaftar ke UNY setiap tahun mencapai sekitar 150 ribu hingga 170 ribu orang dari seluruh jalur penerimaan. Sementara jumlah mahasiswa yang diterima hanya sekitar 8 ribu orang.

"Animo di kami itu per tahun sekitar 150 ribuan calon mahasiswa. Kalau yang masuk di kami sekitar 8.000, berarti 142 ribu itu tidak kami ambil," katanya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Nur Hidayanto, UNY tidak memiliki kewenangan untuk mengarahkan para pendaftar yang gagal masuk agar memilih kampus swasta tertentu.

"Kami juga tidak bisa memaksa yang 142 ribu itu untuk masuk swasta ini atau swasta itu. Kami tidak punya wewenang itu," tegasnya.

Menurut Nur Hidayanto, tingginya jumlah pendaftar dibanding daya tampung menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap PTN masih sangat besar. Bahkan, menurutnya, jumlah pendaftar di sejumlah perguruan tinggi besar lainnya bisa lebih tinggi dibandingkan UNY.

"UNY itu menerima sekitar 8.000 mahasiswa dari animo 150 ribu sampai 170 ribu pendaftar. Universitas besar seperti UI atau UGM mungkin juga memiliki angka yang sangat besar," ujarnya.

Nur Hidayanto menambahkan, kampus tidak diperbolehkan membuka kembali pendaftaran Seleksi Mandiri meski terdapat program studi yang belum memenuhi kuota. Menurutnya, ketentuan tersebut mengikuti aturan yang berlaku secara nasional terkait penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri. Meski demikian, ia menjelaskan masih ada beberapa jalur penerimaan yang berada di luar skema Seleksi Mandiri sehingga tidak termasuk dalam batasan tersebut.

"Nggak boleh, kalau kami 31 Juli nggak boleh membuka lagi. Sudah selesai, selesai. Kecuali tadi yang penugasan. Kalau penugasan kan dari kementerian, atau RPL (Rekognisi Pelajaran Lampau) memang di luar SM, tidak masuk SM. IUP (International Undergraduate Program) juga tidak masuk," imbuhnya.

Nur Hidayanto menambahkan, penerimaan mahasiswa internasional di UNY juga berada di luar kuota Seleksi Mandiri. Namun jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di kampus tersebut masih relatif terbatas.

"Mahasiswa internasional juga tidak masuk kuota SM. Mahasiswa internasional di kami itu jumlahnya standar, tidak signifikan, tidak extraordinary juga," katanya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads