Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menaikkan kuota afirmasi gabungan dari jalur KSJPS dan disabilitas menjadi 25 persen tahun ini. Angka tersebut meningkat menjadi 25 persen atau naik lima persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrari. Ia menyebut penambahan kuota ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
"Tahun kemarin ini 20 persen, sekarang kita tingkatkan 25 persen. Insyaallah semuanya tertampung ya. Bagi warga KMS, hampir semua tertampung di sekolah negeri," ujar Budi kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk siswa disabilitas, Budi mengatakan seluruh pendaftar dapat diterima. Jika tak tertampung di sekolah negeri, Pemkot akan memfasilitasi ke sekolah swasta.
"Kalau toh terpaksa ada yang tidak tertampung di SMP swasta di Kota Jogja nanti yang disabilitas kita biayai sesuai sama dengan KMS," ungkapnya.
Adapun total jumlah kursi untuk siswa afirmasi mencapai 3.584 kursi. Sementara pada tahun lalu, total jumlah kursi sebanyak 3.520.
"Yang RTO (Real Time Online) itu 3.520, ditambah 64. Kami tambah daya tampung untuk Kota Jogja selatan, di SMPN 10 dengan penambahan dua rombongan belajar," tuturnya.
Lalu, Budi menambahkan, di jalur afirmasi disabilitas sebanyak 6 persen, jalur prestasi khusus 15 persen, jalur prestasi umum 10 persen. Sementara untuk jalur mutasi dan kemaslahatan guru sebesar 5 persen.
"Untuk jalur afirmasi KSJPS diberikan kuota 19 persen dan disabilitas 6 persen," pungkasnya.
(ams/alg)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil