Rahasia Maureen Arsa Lulusan Tercepat UGM: Disiplin dan Road Map Akademik

Rahasia Maureen Arsa Lulusan Tercepat UGM: Disiplin dan Road Map Akademik

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 15:52 WIB
Maureen Arsa Sanda Cantika, wisudawati Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi UGM.
Maureen Arsa Sanda Cantika, wisudawati Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi UGM. (Foto: dok. UGM)
Jogja -

Prestasi membanggakan diraih Maureen Arsa Sanda Cantika. Wisudawati Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi UGM ini dinobatkan sebagai lulusan dengan masa studi tercepat untuk Program Sarjana Terapan pada periode wisuda Mei 2026.

Maureen menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 5 bulan. Capaian tersebut jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata masa studi lulusan Sarjana Terapan pada periode yang sama yang mencapai 4 tahun 4 bulan.

Meski demikian, Maureen mengaku tidak pernah menjadikan predikat lulusan tercepat sebagai target utama selama menjalani perkuliahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasa sangat senang, bersyukur, sekaligus tidak menyangka dapat menyandang predikat sebagai lulusan tercepat pada periode ini," kata Maureen dikutip detikJogja dari laman UGM, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sejak awal kuliah ia memang memiliki keinginan untuk menyelesaikan studi lebih cepat. Namun fokus utamanya adalah menjalani setiap proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan setiap tanggung jawab tepat waktu.

ADVERTISEMENT

Ia membiasakan diri mengelola waktu secara disiplin, mulai dari menyelesaikan tugas, laporan praktikum, proyek akademik hingga berbagai aktivitas di luar perkuliahan.

"Saya percaya bahwa konsistensi dan kinerja yang baik dalam menyelesaikan hal-hal kecil akan membentuk kebiasaan yang berpengaruh terhadap pencapaian yang lebih besar," ujarnya.

Tak hanya berprestasi secara akademik, Maureen juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kompetisi nasional. Pada tahun pertama kuliah, ia aktif mengikuti kepanitiaan universitas. Memasuki tahun kedua, ia mulai mengikuti berbagai kompetisi akademik dan berhasil menjadi finalis kompetisi GIS tingkat nasional.

Prestasinya terus berlanjut saat mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Bersama tim lintas fakultas, Maureen meraih medali perunggu pada kategori PKM-Kewirausahaan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37.

Pada Pimnas ke-38, ia kembali mencatatkan prestasi. Timnya menjadi satu-satunya wakil UGM yang lolos pada kategori kewirausahaan dan berhasil membawa pulang medali emas serta perunggu.

"Pengalaman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena diberi kesempatan membawa nama universitas pada ajang nasional," ungkapnya.

Ketertarikannya pada bidang Sistem Informasi Geografis juga diwujudkan melalui penelitian tugas akhir tentang sistem monitoring spasial-temporal berbasis Google Earth Engine untuk menganalisis tingkat keparahan kebakaran hutan dan pemulihan vegetasi pascakebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bagi Maureen, kunci keberhasilan selama kuliah adalah memiliki arah yang jelas sejak awal. Ia menyarankan mahasiswa menyusun peta jalan atau road map setiap semester, baik untuk target akademik maupun pengembangan diri.

Selain itu, ia menilai membangun relasi dan kolaborasi dengan mahasiswa lintas disiplin ilmu menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan diri selama kuliah.

"Setiap satu langkah kecil dalam momen apapun itu, selalu bisa mengubah hidup secara besar," tuturnya.




(aku/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads