Belakangan ini ramai beredar narasi soal 60 ribu calon mahasiswa baru (maba) tidak melakukan daftar ulang Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Merespons kabar itu, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun buka-bukaan data registrasi maba jalur SNBP.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro mengatakan tingkat daftar ulang peserta SNBP 2026 di UNY mencapai 98,64 persen. Dari total kuota 1.834 mahasiswa, hanya 25 orang yang tidak melakukan registrasi ulang.
"Kalau UNY alhamdulillah 98,64 persen daftar ulang. Yang tidak registrasi hanya sekitar 25 mahasiswa. Yang daftar ulang 1.809 pas, leres (betul). Jadi yang tidak registrasi hanya 1,36 persen," kata Nur Hidayanto saat dihubungi detikJogja. Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur Hidayanto mengungkapkan, calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang di UNY umumnya karena memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kedinasan setelah dinyatakan diterima.
"Kalau di kami biasanya mengambil yang kedinasan. Misalnya diterima di STAN, IPDN, atau sekolah kedinasan lainnya. Banyak yang mengundurkan diri karena itu," ujarnya.
Nur Hidayanto juga menjelaskan adanya ketentuan bagi peserta yang telah dinyatakan lolos SNBP tetapi tidak melakukan daftar ulang.
"Setahu saya, peserta yang diterima SNBP tetapi tidak registrasi mendapat penalti tiga tahun tidak boleh mengikuti seleksi. Seingat saya, bahkan termasuk seleksi mandiri. Tapi nanti dikonfirmasi lagi dengan aturan yang terbaru," terangnya.
Disinggung soal angka penerimaan, Nur Hidayanto menyebut SNBP 2026 di UNY meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut bukan karena adanya penambahan kuota secara signifikan, melainkan karena pembukaan program studi (prodi) baru.
"Kalau UNY peningkatan karena ada prodi baru. Jadi kapasitas tambahan itu dari penambahan prodi baru. Kalau di kementerian, untuk menambah kuota harus diajukan tahun sebelumnya. Maksimal penambahannya per prodi hanya 30 orang," jelasnya.
Dilansir detikEdu, anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan penelusuran menyeluruh terkait narasi yang beredar soal 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang.
"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6/2026).
"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.
Respons Panitia SNPMB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa narasi yang beredar bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP itu tidak benar.
"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," jelasnya melalui konfirmasi kepada detikEdu, Rabu (24/6/2026).
"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.
Di sisi lain, Sofyan Tan turut menggarisbawahi kekhawatiran bahwa siswa-siswi yang mundur dari SNBP sebagian karena tidak tertampung KIP Kuliah. Menurut Eduart, ketika ditanya soal apakah panitia SNPMB akan mengambil langkah tertentu terkait verifikasi lanjutan atas alasan calon mahasiswa mundur, ia mengatakan hal ini akan menjadi masukan pada pelaksanaan berikutnya.
"Menjadi masukan untuk pelaksanaan berikutnya, termasuk sosialisasi dan pemahaman akan pilihan yang diambil harus yang benar-benar diminati oleh peserta," ungkapnya.
Sebagai informasi, apabila siswa-siswi di suatu sekolah kerap tidak melakukan daftar ulang SNBP, maka PTN bisa saja mengurangi kuota penerimaan siswa asal sekolah tersebut ke depannya. Pada tahun lalu, Eduart sempat menjelaskan ketentuan ini sekaligus menjawab permintaan siswa dan orang tua dari siswa lain yang ingin kuota pada jalur SNBP ditingkatkan.
"Banyak siswa dari sekolah lain yang ingin, sangat ingin untuk mendapatkan kuota tersebut," ucapnya usai konferensi pers SNPMB 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Selasa (16/9/2025) lalu.
"Kita mengurangi kuota sekolah itu ketika kuota sekolah itu yang kita berikan itu tidak diambil. Jadi kita tidak ingin memberikan kuota kepada sekolah yang nantinya tidak akan diambil juga oleh siswa yang lulus," kata Eduart.
(dil/ahr)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden