Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Jogja mengklaim minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 meningkat. Dindikpora menyatakan, berdasarkan data sementara, keterisian daya tampung di sekolah negeri sudah mencapai 97 persen.
Hal ini diungkapkan Kepala Dindikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori. Ia menerangkan proses rekapitulasi SPMB masih berlangsung sehingga data keseluruhan belum final. Meski begitu, ia menyebut tren sementara menunjukkan adanya peningkatan.
"Ini sudah bagus ini, mudah-mudahan meningkat. Ini meningkat, minatnya meningkat sekarang.Tapi datanya memang belum selesai, jadi saya belum bisa mengambil kesimpulan keseluruhan, tapi insyaallah meningkat dibanding tahun yang lalu," ungkap Budi saat dihubungi detikJogja, Jumat (26/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budi, berdasarkan data sementara, sebanyak 35 SD besar yang menggunakan sistem Real Time Online (RTO) telah mengisi sekitar 97 persen daya tampung. Dengan demikian, kursi yang belum terisi diperkirakan kurang dari tiga persen.
"35 sekolah besar kapasitasnya terisi 97 persen RTO-nya. Kalau yang RTO kursi yang kosong enggak sampai 3 persen. Jadi hanya sedikit yang tidak terisi," tuturnya.
Saat ditanya mengenai angka peningkatan dibandingkan tahun lalu, Budi mengaku belum bisa menyampaikan persentase pasti. Namun, ia optimistis peningkatannya cukup signifikan.
"Yang jelas meningkat untuk sementara. Memang data yang terakhir belum ada, tapi yang online sudah 97 persen daya tampungnya, dari daya tampung terisinya," katanya.
Budi juga meluruskan kabar yang sempat beredar bahwa dari 3.600-3.700 kursi SD negeri se-Jogja, baru terisi 1.000. Ia mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan data SPMB tahun lalu, bukan pelaksanaan tahun ini.
"Itu (data) tahun kemarin," jelasnya singkat.
Di sisi lain, Budi tak menepis jika banyak wali murid yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di SD swasta. Maka itu, Dindikpora Kota Jogja melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas SD negeri.
"Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pendidikan, kalau di SD orang tua lebih cenderung senang di sekolah swasta. Karena apa yang ingin didapat? Yaitu pendidikan agama dan kualitas pembelajaran yang bagus, sehingga hasilnya bagus," ujarnya.
"Kami juga berusaha bagaimana agar sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah dapat meningkat kualitasnya. Maka kami menyediakan berbagai kegiatan, peningkatan pendidikan karakter, kemudian peningkatan kualitas akademik agar kualitas pendidikan di SD semakin meningkat," pungkasnya.
(apu/ahr)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden