Dua gunung api di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus nyaris bersamaan pada Senin (22/6/2026) pagi. Dampaknya langsung terasa di sektor transportasi udara setelah Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, ditutup sementara dan enam penerbangan dibatalkan.
Dua gunung yang mengalami erupsi tersebut adalah Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Kedua gunung aktif itu meletus dalam rentang waktu kurang dari satu jam.
Kepala Bandara Frans Seda Maumere Partahian Panjaitan mengatakan operasional bandara dihentikan sementara akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini 22 Juni 2026 operasi penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere ditutup sementara sampai besok pukul 06.00 Wita," kata Parthaian saat dikonfirmasi detikBali, Senin.
Akibat penutupan tersebut, enam penerbangan rute Kupang dan Labuan Bajo terpaksa dibatalkan.
"Wings Air Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Maumere-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Maumere, dan Nam Air Kupang-Maumere dan Maumere-Kupang," imbuhnya.
Meski dua gunung api meletus pada pagi yang sama, tiga bandara lain di wilayah sekitar dipastikan tetap beroperasi normal.
Bandara Wunopito Lewoleba di Lembata dan Bandara Gewayantana Larantuka tidak terindikasi terdampak sebaran abu vulkanik. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara H Aroeboesman Ende.
Bandara H Aroeboesman Ende tetap beroperasi karena tidak terdampak abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki, berbeda dengan wilayah Kabupaten Sikka yang mengalami sebaran abu vulkanik.
Gunung Lewotobi Laki-laki lebih dulu meletus sekitar pukul 10.06 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak.
Selang 47 menit kemudian, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami erupsi pada pukul 10.53 Wita. Gunung tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak.
Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata diketahui merupakan wilayah bertetangga yang sama-sama memiliki gunung api aktif. Hingga kini, kedua gunung tersebut masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
(dpw/dpw)

