Pelatih SSB Satu Kaki Asal Kuansing Berangkat Haji Gantikan Ayah

Pelatih SSB Satu Kaki Asal Kuansing Berangkat Haji Gantikan Ayah

Tri Aljumanto - detikHikmah
Senin, 04 Mei 2026 15:30 WIB
Jufriadi, jemaah haji disabilitas asal Riau yang berangkat haji 2026 menggantikan almarhum ayah.
Jufriadi (memakai tongkat), jemaah haji disabilitas asal Riau yang berangkat haji 2026 menggantikan almarhum ayah. Foto: Tri Aljumanto/BeritaKlik
Madinah -

Keterbatasan fisik bukan berarti keterbatasan mimpi. Itulah yang dibuktikan oleh Jufriadi, pria asal Desa Sungai Paku, Kecamatan Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Meski hanya memiliki satu kaki, semangatnya membawa Jufriadi terbang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Jufriadi tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Batam. Keberangkatannya kali ini terasa begitu emosional karena ia berangkat untuk menggantikan posisi almarhum sang ayah.

"Sampai sekarang masih terasa mimpi. Tidak terlalu yakin dipanggil ke sini. Tapi dengan kuasa Allah, Allah panggil ke sini," ujar Jufriadi di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi fisik Jufriadi berubah sejak 2004 silam. Saat itu, ia mengalami kecelakaan tragis sepulang sekolah yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi. Namun, kehilangan satu kaki tidak lantas membuatnya menarik diri dari dunia luar.

ADVERTISEMENT

Di kampung halamannya, Desa Sungai Paku, Jufriadi dikenal sebagai sosok yang aktif. Siapa sangka, dengan keterbatasan yang ada, ia adalah seorang pelatih sepak bola. Ia mendedikasikan waktunya untuk melatih anak-anak di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tuah Degi.

"Sehari-hari saya melatih SSB Tuah Degi di Desa Sungai Paku," tuturnya.

Jufriadi, jemaah haji disabilitas asal Riau yang berangkat haji 2026 menggantikan almarhum ayah.Jufriadi, jemaah haji disabilitas asal Riau yang berangkat haji 2026 menggantikan almarhum ayah. Foto: Dok pribadi Jufriadi

Menjelang keberangkatan ke Arab Saudi, Jufriadi sadar bahwa ibadah haji memerlukan fisik yang kuat. Ia pun melakukan persiapan mandiri yang terbilang unik namun konsisten.

Setiap hari, ia rutin melakukan jalan kaki dengan kruk (tongkat) mengelilingi lapangan bola tempatnya biasa melatih anak-anak SSB. Hal ini ia lakukan agar fisiknya terbiasa dengan mobilitas tinggi saat menjalani rangkaian ibadah haji nanti.

"Persiapan fisik paling-paling jalan kaki, keliling lapangan bola. Insyaallah saya yakin menjalankan ibadah haji, Allah kuatkan," ucapnya optimistis.

Bagi Jufriadi, panggilan ke Baitullah adalah sebuah mukjizat. Di Tanah Suci nanti, ia sudah menyiapkan serangkaian doa, baik untuk almarhum ayahnya maupun untuk rekan-rekan sesama jemaah.

"Doa-doa semoga diterima amal ibadahnya, jadi haji yang mabrur. Semuanya sehat-sehat, kawan-kawan yang lagi berhaji juga semua lancar," pungkasnya.

Jufriadi, jemaah haji disabilitas yang berangkat haji menggantikan almarhum ayah.Jufriadi, jemaah haji disabilitas yang berangkat haji menggantikan almarhum ayah. Foto: Tri Aljumanto/BeritaKlik

Kisah Jufriadi menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa ketidaksempurnaan raga bukanlah penghalang untuk menuju Baitullah. Kini, pelatih SSB dari Kuansing itu siap melangkah meski dengan satu kaki untuk menjemput rida Sang Pencipta di rumah-Nya.




(alj/kri)
Kisah Haji Para Tamu Allah

Kisah Haji Para Tamu Allah

30 konten
Menunaikan ibadah haji jadi hal yang sangat ditunggu banyak umat Islam. Di balik suksesnya haji, ada cerita unik dan juga perjuangan di belakangnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads