Sejarah 1 Muharram: Awal Penanggalan Tahun Baru Islam yang Berasal dari Peristiwa Hijrah

Sejarah 1 Muharram: Awal Penanggalan Tahun Baru Islam yang Berasal dari Peristiwa Hijrah

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 15 Jun 2026 05:00 WIB
ilustrasi tahun baru Islam
Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Tanggal 1 Muharram dikenal sebagai awal Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah. Bagi umat Islam di seluruh dunia, momen ini menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah yang digunakan sejak masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Islam memiliki sejarah yang berkaitan dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Sebelum Adanya Kalender Hijriah

Pada masa Rasulullah SAW dan awal pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan resmi yang menggunakan hitungan tahun tertentu.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, beberapa tokoh sejarah, seperti al-Shaʿbi dan al-Biruni menunjukkan bahwa manusia selalu menggunakan peristiwa-peristiwa penting sebagai titik acuan dalam menetapkan era. Demikian pula, dalam budaya Arab pra-Islam, mereka menggunakan peristiwa-peristiwa seperti kematian Kaʿab ibn Luʾayy, Tahun Gajah (ʿAm al-Fil), dan Harb al-Fijar sebagai acuan waktu.

ADVERTISEMENT

Misalnya, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Tahun Gajah karena bertepatan dengan peristiwa serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah ke Ka'bah.

Surat-surat, dokumen, dan berbagai urusan administrasi pada masa itu umumnya hanya mencantumkan nama bulan tanpa menyebutkan tahun secara jelas. Seiring meluasnya wilayah Islam dan bertambah kompleksnya urusan pemerintahan, kebutuhan akan sistem kalender yang lebih teratur semakin mendesak.

Awal Mula Penetapan Kalender Hijriah

Merujuk buku Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional karya Muh Rasywan Syarif, dijelaskan bahwa gagasan penyusunan kalender Islam muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi.

Menurut sejumlah riwayat, saat itu Gubernur Basrah, Abu Musa Al-Asy'ari RA, mengirim surat kepada Khalifah Umar. Ia mengeluhkan adanya surat-surat resmi dari pusat pemerintahan yang tidak mencantumkan tahun sehingga menimbulkan kebingungan dalam administrasi.

Menanggapi hal tersebut, Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat Rasulullah SAW untuk bermusyawarah menentukan sistem penanggalan yang akan digunakan umat Islam.

Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengajukan beberapa usulan mengenai peristiwa penting yang dapat dijadikan titik awal perhitungan tahun Islam.

Sebagian sahabat mengusulkan agar kalender dimulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada pula yang mengusulkan dimulai dari tahun diangkatnya beliau sebagai Rasul, serta ada yang mengusulkan berdasarkan tahun wafatnya Nabi SAW.

Namun setelah melalui diskusi panjang, para sahabat sepakat memilih peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam.

Pilihan ini bukan tanpa alasan. Hijrah dianggap sebagai peristiwa yang menjadi titik balik sejarah perkembangan Islam. Melalui hijrah, umat Islam mulai membangun masyarakat yang kuat, mandiri, dan memiliki pemerintahan sendiri di Madinah.

Tentang keputusan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab berkata, "Hijrah memisahkan antara yang hak dan yang batil. Maka jadikanlah hijrah sebagai awal penanggalan."

Karena itu, kalender Islam kemudian dikenal dengan nama kalender Hijriah yang berasal dari kata "hijrah".

Mengapa 1 Muharram Dipilih sebagai Awal Tahun?

Hj. Vivit Fitriyanti, M.Si. dalam bukunya yang berjudul Kalender Hijriyah Dalam Kajian Syari'ah dan Astronomi menjelaskan, meski kalender Hijriah didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi SAW, terdapat fakta menarik bahwa hijrah Rasulullah sebenarnya tidak terjadi pada bulan Muharram.

Sebagian besar sejarawan menyebut Rasulullah SAW mulai berhijrah dari Makkah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.

Lalu mengapa awal tahun Hijriah justru dimulai pada 1 Muharram?

Para sahabat memiliki pertimbangan khusus dalam menetapkan Muharram sebagai bulan pertama kalender Islam.

Muharram dipilih karena beberapa alasan, di antaranya:

1. Muharram Datang Setelah Musim Haji

Bulan Zulhijah merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Setelah umat Islam menyelesaikan ibadah haji, mereka memasuki bulan Muharram sebagai awal lembaran baru.

Karena itu, Muharram dianggap waktu yang tepat untuk memulai perhitungan tahun baru.

2. Awal Tekad Hijrah Bermula pada Muharram

Menurut para ulama, keputusan dan tekad untuk berhijrah mulai menguat setelah Baiat Aqabah yang terjadi pada musim haji. Setelah peristiwa tersebut, umat Islam mulai mempersiapkan perpindahan ke Madinah.

3. Muharram Sudah Dikenal sebagai Bulan Pertama

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab telah mengenal Muharram sebagai salah satu bulan penting dalam sistem kalender mereka. Karena itu, pemilihan Muharram sebagai awal tahun relatif mudah diterima oleh masyarakat.

4. Muharram sebagai Bulan yang Dimuliakan

Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Islam. Bulan ini juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Empat bulan haram tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads