FIFA Hapus Sponsor Alkohol pada Penghargaan Pemain Muslim, Ini Alasannya

FIFA Hapus Sponsor Alkohol pada Penghargaan Pemain Muslim, Ini Alasannya

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Rabu, 01 Jul 2026 14:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Netherlands v Morocco - Estadio Monterrey, Monterrey, Mexico - June 29, 2026 Moroccos Ismael Saibari celebrates after scoring the winning penalty in the penalty shootout REUTERS/Daniel Becerril
Foto: REUTERS/Daniel Becerril
Jakarta -

FIFA diam-diam memperkenalkan versi modifikasi untuk penyerahan penghargaan Pemain Terbaik pada Piala Dunia 2026 dengan menghilangkan branding sponsor minuman beralkohol bagi sejumlah pemain, termasuk Ismael Saibari dari Maroko. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan agama dan pertimbangan budaya.

Perubahan tersebut menjadi sorotan setelah beberapa pemain Muslim menerima versi penghargaan tanpa branding alkohol usai tampil gemilang di Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ismael Saibari meraih penghargaan Pemain Terbaik setelah mencetak gol tercepat di turnamen saat menghadapi Skotlandia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat penyerahan penghargaan, branding Michelob ULTRA-merek bir yang menjadi sponsor penghargaan-tidak terlihat pada latar belakang maupun visual trofi. Sebagai gantinya, FIFA menampilkan desain netral bertuliskan "Superior Player of the Match" berdampingan dengan identitas visual Piala Dunia FIFA.

Pendekatan serupa juga dilaporkan diterapkan kepada sejumlah pemain lain, seperti Emam Ashour (Mesir), Ali Olwan (Yordania), Ramin Rezaeian (Iran), Mahmoud Abunada (Qatar), serta Yan Diomande (Pantai Gading).

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Morocco World News, FIFA menerapkan penyesuaian tersebut untuk menghormati keyakinan agama para pemain Muslim serta mempertimbangkan sensitivitas budaya di sejumlah negara peserta yang melarang atau tidak menganjurkan konsumsi alkohol.

Juru bicara FIFA mengatakan bahwa penghargaan dan latar belakang tanpa branding sponsor tersedia atas permintaan pemain yang terpilih. Kebijakan yang sama juga diterapkan apabila penerima penghargaan belum mencapai usia legal untuk mengonsumsi alkohol.

Praktik ini bukan pertama kali terjadi di dunia sepak bola. Pada Piala Dunia 2018, kiper Mesir Mohamed El-Shenawy dikabarkan menolak penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan karena berkaitan dengan sponsor minuman beralkohol. Kejadian tersebut sempat memicu perbincangan luas di media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kompetisi dan liga juga mulai menyesuaikan seremoni penghargaan yang melibatkan pemain Muslim, misalnya mengganti botol minuman beralkohol dengan kemasan netral atau minuman nonalkohol.




(lus/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads