Fafa Nur Azila, istri dari Almarhum Praka Farizal Rhomadhon, tak mampu menahan tangis saat tiba di rumah duka Padukuhan Ledok, yang merupakan kediaman dari suaminya. Praka Farizal diketahui gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Pantauan detikJogja, Fafa tiba di rumah duka sekitar pukul 10.13 WIB bersama sang putrinya yang masih balita. Ia datang dari Aceh didampingi istri-istri prajurit lainnya.
Kedatangan mereka kemudian disambut oleh ibu mertua. Keduanya langsung berpelukan dan tak kuasa menahan tangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fafa pun hampir pingsan dan akhirnya harus dipapah masuk ke dalam rumah. Sementara ibu Almarhum, Supeni, tampak histeris dan segera ditenangkan oleh kerabat keluarga yang hadir.
Momen kedatangan istri almarhum Praka Farizal Rhomadhon di rumah duka, Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Kamis (2/4/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
"Jadi, tadi pagi landing di Bandara Jogja di YIA jam 09.10 WIB dan ini sudah datang dengan anaknya satu, umur satu tahun setengah," kata Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera, saat ditemui di Kulon Progo, Kamis (2/4/2026).
Dimar mengatakan dari informasi terbaru yang ia terima pagi tadi, hari ini baru dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut. Baru selanjutnya akan diberangkatkan dari Lebanon ke Turki pada Jumat waktu setempat.
"Karena semuanya perencanaan termasuk dengan kegiatan dikendalikan langsung oleh PBB. Jadi dari PBB nanti diberangkatkan dari Lebanon itu hari Jumat. Jumat waktu sana," jelasnya.
Baru dari Turki, penerbangan dilanjutkan ke Indonesia untuk dilakukan upacara penghormatan dan baru diserahkan ke keluarga masing-masing. Hal ini menurut Dimar juga berlaku untuk dua prajurit lain yang menjadi korban. Karena ketiganya diberangkatkan dalam satu penerbangan.
"Perkiraan kalau (berangkat) Jumat berarti (tiba di Indonesia) sekitar Sabtu atau Minggu," sebutnya.
Momen kedatangan istri almarhum Praka Farizal Rhomadhon di rumah duka, Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Kamis (2/4/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Mendapat Kenaikan Pangkat
Dimar melanjutkan, Praka Farizal mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) usai gugur dalam misi. Farizal naik satu pangkat dari Praka menjadi Kopda.
"Yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda," ujar Dimar.
Ia melanjutkan, selain kenaikan pangkat almarhum juga berhak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Giripeni Wates. Menurut Dimar, almarhum Farizal telah memenuhi kriteria.
"Yang bersangkutan berhak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Jadi nanti kita sudah koordinasi dengan Dandim, nanti direncanakan di Taman Makam Pahlawan di Giripeni sini," ungkapnya.
Akan tetapi, Dimar mengatakan keputusan akhir terkait lokasi pemakaman akan diserahkan ke keluarga.
"Negara tidak memaksa ini apakah di TMP ataukah di pemakaman umum. Tetapi kita menghimbau dan menyarankan ini demi kehormatan dan simbol negara, ini juga menjadi sampel, contoh, edukasi, motivasi buat masyarakat, termasuk juga bagi keturunan dan keluarga anak-anaknya nanti," jelas Dimar.
Diketahui, Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3). Almarhum tercatat merupakan prajurit yang berasal dari satuan Yonif 133/JS Brigif 25/ Siwah Dam Iskandar Muda.
Serangan itu terjadi akibat eskalasi antara militer Israel (IDF) dengan Hizbullah di dekat markas UNIFIL. Eskalasi militer itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
(afn/aku)



Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil