Kala 19 Siswa SD di Bantul Diduga Keracunan Susu MBG Bau Menyengat

Round-Up

Kala 19 Siswa SD di Bantul Diduga Keracunan Susu MBG Bau Menyengat

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG
Ilustrasi Keracunan MBG. Foto: Edi Wahyono
Jogja -

Sembilan belas siswa SDN Monggang, Srihardono, Pundong, Bantul, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Penyebabnya diduga dari susu kotak yang saat dibuka mengeluarkan bau menyengat. Berikut ini fakta-faktanya.

Siswa Temukan Belatung

Kepala SDN Monggang, Sumarni, mengatakan kejadian bermula saat sekolahnya mendapat kiriman MBG pada Rabu (8/4) pukul 08.30 WIB. MBG itu dibagikan ke siswa saat jam istirahat.

"Lalu ada murid kelas VI yang menemukan adanya belatung yang gerak-gerak di pakcoy dan omprengnya dibawa ke kantor guru," katanya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bau Menyengat dari Susu Kotak

Setelah ada temuan belatung itu, Sumarni meminta agar MBG yang belum terlanjur dimakan untuk tidak dimakan terlebih dahulu. Kemudian, ada pula ompreng yang berbau tidak sedap di ruang guru.

"Setelah ompreng dibuka ternyata bau menyengat itu berasal dari susu kotak. Karena itu saya minta susu kotak yang belum diminum murid-murid ditarik agar nanti diganti dari SPPG," ujarnya.

ADVERTISEMENT

19 Siswa Keracunan

Tidak lama kemudian, ada murid yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Pihak sekolah membawa siswa itu ke Puskesmas Pundong.

"Ternyata murid yang mengalami gejala keracunan terus bertambah sampai 18 orang. Tapi, setelah dapat penanganan medis semuanya sudah diperbolehkan pulang," ucap Sumarni.

Sumarni juga mengungkapkan hari ini ada satu murid yang mengalami gejala keracunan makanan. Sehingga, total murid yang mengalami gejala tersebut ada 19 murid.

"Dari 19 murid itu ada sembilan orang yang belum masuk sekolah, kami sudah komunikasi dengan orang tua murid dan katanya masih mual, pusing dan diare," katanya.

Teka-teki Asal Belatung

Terkait penyebab gejala keracunan tersebut, Sumarni menduga dari susu kotak. Meski demikian, Sumarni mengatakan masa kadaluarsa susu kotak itu tahun 2027.

"Tapi ada yang saat menuangkan isi susu kotak terlihat ada belatung yang bergerak-gerak. Jadi apakah belatung yang ada di pakcoy itu berasal dari belatung yang ada di susu kotak atau bukan saya tidak tahu," ujarnya.

Respons Kepala SPPG Srihardono 1

Sementara itu, Kepala SPPG Srihardono 1, Septiyanto, tidak mau berbicara banyak terkait kejadian tersebut. Namun, Septiyanto memastikan bahwa untuk sementara waktu SPPG tidak beroperasi.

"Kalau hasil laboratorium keluar kami akan memberikan keterangan resmi, yang jelas hari ini SPPG untuk sementara tidak beroperasi," ucapnya.

SPPG Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebut telah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makan bergizi gratis (MBG) untuk SDN Monggang yang berujung 19 orang diduga keracunan.

"Untuk SPPG yang diduga menyebabkan keracunan sudah ditutup sementara dan kapan akan buka kembali itu kewenangan dari BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji kepada wartawan di Bantul, Kamis (9/4/2026).

Dinkes Ambil Sampel Susu

Terkait penyebab keracunan di SDN Monggang, Hermawan menduga karena salah satu menu MBG. Namun, untuk memastikannya, Hermawan mengaku jika Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengambil sampel makanan untuk selanjutnya menjadi uji laboratorium.

"Kalau dugaan sementara keracunan MBG berasal menu susu. Tapi untuk memastikannya sampel susu telah dibawa Dinkes untuk uji laboratorium," ujarnya.

Perkuat Pengawasan

Hermawan juga mengatakan, Pemkab telah mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan melalui tingkat Kapanewon atau Kecamatan.

"Ke depannya pengawasan MBG akan kita sinergikan dengan jajaran di tingkat Kapanewon, jadi tidak saja makanannya tapi tapi juga memitigasi rantai pasok makanan ke SPPG," ucapnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads