Ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil masih bertahan meski aksi demonstrasi di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman sudah ditutup. Mereka sempat meminta pengendara kendaraan menyalakan klakson.
Sekitar pukul 17.40 WIB, salah satu orator menutup aksi dengan pembacaan tuntutan. Setelahnya, sebagian kecil massa mulai meninggalkan lokasi, namun sebagian besar lainnya masih tinggal di lokasi.
Tak berselang lama, beberapa oknum massa mulai membakar beberapa barang termasuk satu water barrier. Api pun menyala. Dentuman suara petasan menggema.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian massa mencoba membakar water barrier lain, namun digagalkan petugas kepolisian dan jaga warga. Hal ini sempat menimbulkan sedikit kericuhan namun tak berlangsung lama.
Massa masih terus bertahan di pertigaan Gejayan. Namun polisi membuka arus lalu lintas dan membuat arus kendaraan membelah massa. Massa masih saja bertahan.
Arus kendaraan yang sudah dibuka malah dimanfaatkan massa untuk meminta dukungan. Pantauan detikJogja, massa yang bertahan meminta pengendara membunyikan klakson. Para pengendara menyambut, massa bersorak sorai.
Hingga berita ini ditulis, sebagian massa masih bertahan di lokasi. Suasana malah makin meriah dengan bunyi klakson yang saling sahut menyahut dengan riuh teriakan massa.
Situasi massa aksi yang masih bertahan di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (13/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Mereka membawa 10 tuntutan dalam aksi kali ini.
Pantauan detikJogja sekitar pukul 15.50 WIB, massa berpakaian serba hitam memadati area simpang. Mereka membentangkan spanduk-poster berbagai ukuran serta menempatkan satu mobil pikap sebagai mimbar orasi.
Massa yang hadir tidak cuma dari kalangan mahasiswa saja, namun terdiri dari beberapa kalangan seperti akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online.
Perwakilan dari berbagai kalangan itu silih berganti berorasi meneriakan tuntutan-tuntutan mereka. Beberapa juga membacakan puisi-puisi bernada perlawanan.
"Kami meminta pada kesempatan ini Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Gibran Rakabuming) masih waras dan pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," pekik Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Prof Masduki dalam orasinya, Sabtu (13/6).
(apu/apu)


Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil