Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026 Lengkap Niat dan Keistimewaannya

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026 Lengkap Niat dan Keistimewaannya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 19 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi Puasa 2026
Ilustrasi Puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026 (Foto: Freepik)
Jogja -

Puasa Tasua dan Asyura dikerjakan berturut-turut pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Kapan kedua tanggal itu tiba?

Dilansir buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, selain Ramadan, Nabi SAW sangat bersemangat mengerjakan puasa Asyura. Ibnu Abbas RA berkata:

"Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura, dan puasa bulan Ramadan." (HR Bukhari no 2006 dan Muslim no 1132)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana dengan puasa Tasua? Dalam sejarahnya, ketika Nabi SAW memerintahkan para sahabat untuk puasa Asyura tanggal 10, para sahabat mengingatkan Nabi SAW bahwa Asyura adalah hari yang diagungkan oleh umat Yahudi.

Maka, Rasulullah bersabda: "Kalau begitu, tahun depan, insya Allah, kita puasa bersama tanggal sembilannya juga." (HR Muslim 1134). Namun, belum sampai momen itu terulang, sang Khatamul Anbiya sudah dijemput malaikat maut.

ADVERTISEMENT

Kedua hadits di atas sudah menjadi dasar kuat bagi detikers untuk turut mengerjakan puasa Tasua dan Asyura. Sebelum itu, cari tahu dahulu jadwal dan bacaan niatnya di bawah ini, yuk!

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026

Tahun ini, ada 2 versi tanggal 1 Muharram 1448 H. Pemerintah dan Muhammadiyah kompak mengonversi tanggal pertama tahun Islam itu ke Selasa, 16 Juni 2026. Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Muharram jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan demikian, puasa Tasua dan Asyura versi pemerintah-Muhammadiyah berturut-turut dikerjakan pada Rabu, 24 Juni 2026 dan Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, NU akan menunaikannya pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Jumat, 26 Juni 2026.

Jadwal ringkasnya sebagai berikut:

  • Rabu-Kamis, 24-25 Juni 2026/9-10 Muharram 1448 H: Pemerintah dan Muhammadiyah
  • Kamis-Jumat, 25-26 Juni 2026/9-10 Muharram 1448 H: NU

Niat Puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026

Diambil dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah oleh Rina Ulfatul Hasanah, berikut bacaan niatnya:

Bacaan Niat Puasa Tasua

نويت صَوْمَ تَسْعَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma Tasua sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa hari Tasua, sunnah karena Allah Ta'ala."

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشَرَ سُنَّةٌ لِللَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma asyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: "Saya niat puasa hari Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."

Bolehkah Niat Puasa Tasua dan Asyura Dibaca Siang Hari?

Pertama-tama, perlu detikers catat bahwa niat hanya diwajibkan ada di hati, tanpa diucapkan. Jadi, memilih tidak membaca niat puasa pun bukan masalah, selama sudah ada di hati.

Namun, mengenai kesunnahan mengucapkannya, ada perbedaan pendapat. Ada ulama yang menganjurkan guna 'membantu' hati dalam berniat. Di sisi lain, ada yang menolak karena Nabi SAW tidak pernah membaca niat, begitu juga para sahabat.

Kembali ke persoalan membaca niat siang hari, menurut penjelasan di laman NU Online, hal itu diperbolehkan karena keduanya adala puasa sunnah. Dengan catatan, orang yang bersangkutan belum melakukan pembatal puasa.

Di sisi lain, Hari Ahadi dalam buku Catatan Fikih Puasa Sunnah menyebut niat puasa Tasua dan Asyura tidak bisa disusulkan siang hari. Sebab, jika begitu, seseorang tak berpuasa sehari penuh sebagaimana syariat Islam.

Ketentuan ini berlaku untuk puasa yang waktunya sudah pasti, seperti Asyura dan Arafah. Adapun untuk puasa Mutlak, diperkenankan menyusulkan niatnya siang hari. Wallahu a'lam bish-shawab.

Keistimewaan Puasa Asyura

detikers mungkin sudah tahu kalau puasa Asyura membuat orang yang mengerjakan dihapus dosanya setahun lalu. Menariknya, bukan hanya itu saja keistimewaan puasa Asyura, lho. Berikut penjelasan dan dalilnya:

1. Menghapus Dosa Setahun Lalu

Dikutip dari buku 33 Faedah Terkait Bulan Muharam dan Hari Asyura oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, Nabi SAW bersabda:

وَصِيَامُ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Asyura aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa satu tahun yang lalu." (HR Muslim no 1162)

2. Merupakan Puasa yang Paling Utama Setelah Ramadan

Puasa yang dikerjakan pada bulan Muharram, termasuk Asyura, adalah puasa paling utama setelah puasa wajib Ramadan. Dasarnya adalah hadits riwayat Muslim:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ ؛ صَلَاةُ اللَّيْل

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulannya Allah Muharram dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat Lail." (HR Muslim no 1163)

3. Menjadi Puasa yang Pernah Diwajibkan

Tahukah kamu, dahulu, puasa Asyura pernah diwajibkan? Mulanya, Nabi SAW memulai puasa Asyura pada masa jahiliah. Kemudian, ketika hijrah ke Madinah, umat Islam diperintahkan untuk turut berpuasa Asyura.

Turunnya kewajiban puasa Ramadan menjadi titik balik. Sejak itu, Nabi Muhammad SAW tidak lagi memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura, tetapi tidak pula melarang.

Ibnu Umar RA berkata: "Nabi SAW dahulu puasa Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadan, puasa Asyura ditinggalkan." (HR Bukhari no 1892 dan Muslim no 1126)

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai jadwal puasa Tasua dan Asyura Muharram 2026 beserta niat dan keutamannya. Semoga bermanfaat!




(num/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads